Jumat, 19 November 2010

HTi

hizbut tahrir indonesia

metode pembelajaran kosa kata

b.inggrishttp://www.lombalomba.com/?s=metode+permainan+dalam+pembelajaran+bahasa+inggris

upaya peningkatan vocabulary

Upaya Peningkatan Vocabulary Siswa dengan Media Wordwall

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Bahasa Inggris adalah alat untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Departemen Pendidikan Nasional, yang sedang mempersiapkan standar kompetensi dalam Kurikulum 2004, menetapkan bahwa kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa Indonesia adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, serta mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya dengan menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian, bahasa Inggris berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi dalam rangka mengakses informasi selain sebagai alat untuk membina hubungan interpersonal, bertukar informasi serta menikmati estetika bahasa dalam budaya Inggris. Oleh karena itu, mata pelajaran Bahasa Inggris bertujuan sebagai berikut:
1. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, baik dalam bentuk lisan atau tulis, yang meliputi kemampuan mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing).
2. Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat bahasa dan pentingnya bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar.
3. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antarbahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya agar siswa memiliki wawasan lintas budaya dan dapat melibatkan diri dalam keragaman budaya.
Salah satu komponen pembelajaran bahasa adalah pemahaman kosakata dari bahasa Inggris itu sendiri, di samping komponen-komponen lainnya.
Kosakata (Inggris: vocabulary) adalah himpunan kata yang diketahui maknanya dan dapat digunakan oleh seseorang dalam suatu bahasa,. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut atau semua kata-kata yang kemungkinan akan digunakan oleh orang tersebut untuk menyusun kalimat baru. Kekayaan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan gambaran dari intelegensia atau tingkat pendidikannya.
Pemahaman kosakata secara umum dianggap sebagai bagian penting dari proses pembelajaran suatu bahasa ataupun pengembangan kemampuan seseorang dalam suatu bahasa yang sudah dikuasai. Murid sekolah sering diajarkan kata-kata baru sebagai bagian dari mata pelajaran tertentu dan banyak pula orang dewasa yang menganggap pembentukan kosakata sebagai suatu kegiatan yang menarik dan edukatif.
Penguasaan kosa kata merupakan hal yang paling mendasar yang harus dikuasai seseorang dalam pembelajaran bahasa inggris yang merupakan bahasa asing bagi seluruh siswa dan masyarakat Indonesia. Bagaimana seseorang dapat mengungkapkan suatu bahasa apabila ia tidak memahami kosakata dari bahasa tersebut. Apalagi kalau yang dipelajari itu adalah bahasa asing, sehingga penguasaan kosakata bahasa tersebut merupakan sesuatu yang mutlak dimiliki oleh pembelajar bahasa.. Apabila seorang siswa memiliki perbendaharaan kata bahasa inggris yang memadai maka otomatis akan lebih menunjang pada pencapaian empat kompetensi bahasa inggris tadi. Demikian juga sebaliknya tanpa memiliki kosa kata yang memadai seorang siswa akan mengalami kesulitan dalam mencapai kompetensi berbahasa di atas
B. PERMASALAHAN
Kurikulum yang digunakan dewasa ini berorientasi pada kompetensi, artinya siswa dituntut untuk memiliki kompetensi tertentu atau kecakapan sebagai hasil proses pembelajaran di sekolah. Pendidikan berbasis kompetensi menekankan pada kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan. Kompetensi yang sering disebut dengan standar kompetensi adalah kemampuan yang secara umum harus dikuasai lulusan. Kompetensi menurut Hall dan Jones (1976: 29) adalah “pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur”. Kompetensi (kemampuan) lulusan merupakan modal utama untuk bersaing di tingkat global, karena persaingan yang terjadi adalah pada kemampuan sumber daya manusia. Oleh karena. itu, penerapan pendidikan berbasis kompetensi diharapkan akan menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di tingkat global.
Dalam pelaksanaan proses pembelajaran bahasa inggris, penulis sering mendapati para siswa di SMP Negeri 1 Mangunreja, sekolah tempat penulis mengajar mengalami kesulitan dalam mencapai suatu kompetensi dasar. Hal ini dikarenakan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kurang memadai, sehingga sangat mengganggu pencapaian kompetensi seperti yang tertera dalam kurikulum. Mereka sering kesulitan memahami arti sebuah kata karena pemahaman kosakata mereka relatif kurang memadai sehingga proses pencapaian suatu kompetensi dasar akan berjalan lebih lama.
Apabila para siswa mengalami kesulitan dalam memahami arti sebuah kata selama proses pembelajaran maka dengan terpaksa akhirnya penulis memberikan jalan pintas pada mereka dengan cara :
a. menyuruh siswa mencari arti kata tersebut dalam kamus
b. memberitahu secara langsung arti dari kata tersebut.
walaupun cara tersebut apabila terlalu sering digunakan berakibat kurang baik bagi para siswa karena :
1. hanya beberapa orang siswa yang memiliki kamus
2. siswa menjadi tergantung pada kamus bukan pada pemahaman konteks kata
3. siswa sering menunggu pada makna kata yang berasal dari guru
Melihat kendala-kendala di atas maka penulis mencoba mencari berbagai macam teknik dan strategi agar pemahaman kosakata bahasa inggris siswa-siswi SMP Negeri 1 Mangunreja di kelas yang penulis ajar yaitu kelas VIII A, B, C meningkat dengan harapan para siswa tidak selalu bergantung pada kamus atau menunggu jawaban dari guru dalam memahami arti sebuah kata sehingga hal ini diharapkan akan memudahkan pencapaian suatu kompetensi berbahasa sekaligus meningkatkan pemahaman siswa akan kosakata bahasa inggris
C. TUJUAN
Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah :
1. Menyampaikan pengalaman penulis dalam mengaplikasikan salah satu teknik dan media yang efektif dalam pembelajaran kosakata bahasa inggris yang mudah diingat dan dihapal oleh siswa.
2. Bisa saling berbagi pengalaman dengan guru-guru yang lain tentang teknik-teknik pembelajaran kosakata sekaligus menemukan kekurangan-kekurangan pada pelaksanaan teknik dan media pembelajaran ini.
BAB. II
KEADAAN IDEAL DAN KEADAAN NYATA
A. Keadaan Ideal
Sesuai dengan tuntutan pencapaian tujuan pembelajaran bahasa Inggris, yaitu dapat berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan, maka para siswa dituntut untuk memiliki pemahaman kosakata yang memadai sehingga mereka akan dapat berkomunikasi dengan baik dalam berbagai konteks dan tema.
Aktivitas pembelajaran berbasis bahasa secara mendasar dan akan bergantung pada pemahaman siswa akan kosakata tersebut. Para siswa harus mempunyai akses pada makna kata yang digunakan oleh guru dan lingkungan sekitarnya. Keterbatasan pemahaman kosakata pada siswa akan mengakibatkan terhambatnya pencapain kompetensi berbahasa.. Bagaimanapun pembelajaran itu sendiri bergantung pada bahasa..
Becker (1997) menekankan tentang pentingnya pengembangan kosakata yaitu menghubungkan berapa jumlah kosakata yang dikuasai oleh para siswa dengan materi akademik pembelajaran bahasa. Dia Menyatakan bahwa kurangnya pemahaman kosakata adalah penyebab utama dari kegagalan akademik yang dialami siswa.
Sebuah riset menyatakan bahwa pemahaman suatu teks juga bergantung pada ukuran kosakata yang dimiliki oleh seseorang. Menurut Graves (1986) kosakata ideal yang harus dimiliki oleh pembelajar pemula adalah antara 2500 sampai 5.000 kata untuk menunjang pembelajaran bahasa. Namun hal ini kurang dimiliki oleh para pembelajar bahasa Inggris di negara kita, apalagi bahasa Inggris adalah sebagai bahasa asing sehingga penggunaan bahasa tersebut hanya pada beberapa hal dan tempat.
B. KEADAAN NYATA
Pada kenyataannya pemahaman vocabulary siswa kelas VIII A, B, C di SMP Negeri 1 mangunreja jauh sekali dari keadaan ideal tadi atau masih di bawah pemahaman minimal yang harus dimiliki siswa. Kenyataan ini menyebabkan cukup sulitnya mencapai suatu kompetensi dasar seperti yang ada dalam kurikulum.
Ada beberapa factor yang mempengaruhi keadaan ini yaitu :
1. Metode dan teknik pembelajaran kosakata yang digunakan oleh guru kurang tepat atau tidak menarik perhatian siswa.
2. Tidak tersedianya media pembelajaran kosakata yang efektif dan menarik buat para siswa.
3. Sebagian siswa kurang memiliki minat yang besar untuk belajar bahasa inggris karena mereka anggap sukar.
Dengan keadaan ini penulis berusaha dengan kemampuan yang ada untuk mencoba beberapa cara agar pemahaman kosakata para siswa dapat meningkat sekaligus dapat menggunakan kosakata tersebut dalam berbagai makna dan tema.
Salah satu teknik dan media pembelajaran yang penulis gunakan adalah yang dinamakan dengan Wordwall.
BAB III
MASALAH DAN PEMECAHANNYA
A. Analisis Masalah
Ada dua pendekatan utama dalam pembelajaran vocabulary yang populer , yaitu
a. pendekatan daftar kata
b. pendekatan kontekstual
Pendekatan daftar kata yaitu memberikan daftar kata dan maknanya secara langsung pada para siswa. Daftar kata ini mungkin ada hubungannya dengan topik-topik yang sedang dipelajari oleh siswa atau mungkin juga tidak .
Menurut hemat penulis pendekatan seperti ini ada sisi kelebihannya dan juga kelemahannya. Kelebihannya yaitu :
v Praktis
v Mudah dikerjakan
v Tidak menyita banyak waktu dalam menyampaikannya
Sedangkan kelemahannnya yaitu :
v Hanya dianggap sebagai catatan biasa oleh siswa
v Mudah terlupakan
v Tidak berkesan buat siswa
v Siswa terlalu sering membuka daftar kata tersebut dalam proses pembelajaran.
Pendekatan yang kedua adalah pendekatan kontekstual yaitu pembelajaran kosakata yang disandarkan pada berbagai aktivitas terkait untuk mencari makna dari suatu kata.
Kelemahan dari pendekatan ini adalah :
v Memerlukan teknik-teknik tertentu dalam menyampaikannya
v Memerlukan media yang cukup banyak
v Menyita cukup banyak waktu dalam menyampaikannya
Kekuatan :
v Dapat diterapkan dengan menggunakan berbagai variasi penyampaian
v Siswa merasa terkesan dan senang selama proses pembelajaran
v Mudah diingat siswa
Dari kedua pendekatan tadi menurut hemat penulis, pendekatan yang paling menyenangkan buat siswa adalah pendekatan kontekstual. Hal ini dikarenakan bahwa seluruh siswa dapat terlibat secara langsung melalui berbagai macam aktivitas untuk mencari dan menemukan makna-makna dari suatu kata dengan dibimbing oleh guru walaupun tentu saja tidak harus selalu menggunakan pendekatan ini setiap kali penulis masuk kelas. Penulis menggunakan pendekatan daftar kata apabila siswa bertanya tentang arti kosakata yang telah diucapkan penulis. Penulis telah mempraktekkan pembelajaran vocabulary menggunakan pendekatan kontekstual yaitu dengan menggunakan media Dinding kata atau Wordwalls.
B. Pemecahan Masalah
a. Pengertian
Agar pembelajaran vocabulary di kelas lebih bermakna dan menyenangkan buat para siswa maka penulis mencoba menggunakan pendekatan dan media pembelajaran vocabulary yang dianamakan dengan wordwall.
Wordwall adalah kumpulan kosakata yang terorganisir secara sistematis yang ditampilkan dengan hurup yang besar dan ditempelkan pada dinding suatu kelas. Wordwall adalah sebuah media pembelajaran yang harus digunakan bukan hanya ditampilkan atau dilihat. Media ini dapat didesain untuk meningkatkan kegiatan kelompok belajar dan juga dapat melibatkan siswa dalam pembuatannya serta aktivitas penggunaannya. Dengan menggunakan wordwall diharapkan siswa akan meningkat pemahaman kosakata bahasa inggrisnya tanpa harus selalu tergantung pada penggunaan kamus atau juga arti kata yang diberikan oleh guru.
Ada beberapa cara untuk membuat wordwall efisien, praktis dan mudah diingat. Wordwall adalah media interaktif dalam ruang kelas untuk mendukung pembelajaran listening, speaking, reading dan writing.
Adapun beberapa cara tersebut adalah :
    1. Buatlah agar mudah diingat dengan menggunakan kata-kata favorit pada tema tertentu.
    2. Buatlah menjadi berguna yaitu dengan sering menggunakan kata-kata tersebut dalam berbagai kegiatan listening, speaking, reading atau writing
    3. Buatlah mudah dilihat, dengan menuliskannya dengan hurup yang besar dan ditempelkan pada sebuah dinding di kelas.
b. Pembuatan
Pada pembuatan media ini penulis membuat kata-kata kunci dalam tema-tema tertentu sesuai dengan kurikulum dan menuliskannya dengan hurup yang besar di atas secarik karton dengan ukuran yang sedapat mungkin dapat dilihat dengan jelas oleh seluruh siswa dalam kelas. Kata-kata kunci ini dapat berupa Adjectives, nouns, verb, atau adverb yang disesuaikan dengan tema yang akan dipelajari. Penulis memberikan antara 5 sampai 10 kata dalam tiap minggu. Hal yang penulis tekankan adalah dari segi kualitas yaitu kata-kata tersebut akan selalu mudah diingat oleh siswa dan bukan dari banyaknya kosakata tapi mudah terlupa bagi siswa.
Untuk tahap selanjutnya maka penulis dapat berkolaborasi dengan siswa dalam pembuatan wordwall ini. Siswa disuruh membuat sebuah kosakata pada secarik karton yang berhubungan dengan tema pembelajaran tertentu. Setelah itu dikumpulkan dan diseleksi kata-kata mana yang paling sesuai dengan tema yang akan diajarkan. Semua hasil karya siswa ini penulis kumpulkan sebagai portofolio siswa dan diberi nilai..
c. Strategi penggunaan wordwall
Penggunaan media ini dimaksudkan untuk mencari makna kata-kata tertentu melalui proses pembelajaran yang interaktif dan komunikatif. Ada beberapa contoh yang penulis lakukan dalam mencari makna kata tersebut.
Contoh 1 :
Theme : Animal
Wordwall : bat, camel, giraffe, wild, wildlife reserve
Strategy : Guess the word
§ It is on the wall
§ It rhymes with cat
§ It is an animal
§ It likes to see for food at night
§ What animal is it ?
§ What is the equivalent meaning in bahasa Indonesia ?
Setelah itu siswa menebak apa yang dimaksud dan apa makna tersebut dalam bahasa Indonesia. Untuk strategi lebih lanjut guru dapat mengembangkannya menggunakan strategi yang lainnya.
Contoh 2 :
Theme : Natural Disaster
Wordwalls : Flood, landslides, destroy, Earthquake, shake
Strategy : Quick Definitions
§ Berikan suatu definisi pada sebuah kata
§ Siswa menuliskan dan memilih kata sesuai dengan definisi yang diberikan oleh guru
§ Ulangi kembali sambil memberikan semangat pada siswa
§ Cek jawaban siswa
Contoh 3 :
Theme : Parts of body
Wordwalls : Nose, shoulder, eyebrow, smell,
Strategy : Guess the word
Follow up : Simon Says games.
§ permainan ini diawali dengan kalimat “Simon says …….. touch your …….”
§ Jika guru tidak mengawali kalimat dengan “ simon says….” Maka siswa tidak boleh menyentuh apapun alias diam. Umpamanya guru hanya mengatakan “ touch your ear “ (tidak diawali dengan kalimat “ Simon Says …..” maka jika siswa ada yang melakukan sesuatu dia akan dikenai hukuman menyanyi kan lagu
Itulah contoh-contoh pembelajaran kosakata yang menggunakan wordwall yang dengan strategi ini pembelajaran menjadi menarik, menyenangkan dan tidak membosankan pada siswa. Untuk mengintegrasikan dengan materi pembelajaran bahasa lainnya seperti listening, speaking, reading , writing, maka guru dapat mengembangkan sendiri teknik dan strategi pembelajaran dan ini akan lebih memudahkan karena siswa sudah memahami kata-kata kunci dari tema pembelajaran yang kita berikan.
BAB. IV
PENUTUP
A. SIMPULAN
Dengan menggunakan media worldwall ini maka pembelajaran kosakata di kelas yang penulis ajar berlangsung dengan komunikatif dan menyenangkan sehingga pemahaman siswa akan vocabulary bahasa inggris semakin meningkat karena terus ada dalam memori mereka dan juga mudah dilihat. Untuk itu dalam menggunakan media pembelajaran ini
  • Berikanlah siswa kira-kira 5 sampai dengan 10 kata setiap minggu
  • Buatlah kata-kata tersebut dalam berbagai variasi bentuk sehingga akan lebih menarik bagi siswa.
  • Gunakanlah kata-kata yang paling sesuai dari sebuah tema pembelajaran
  • Lakukanlah berbagai variasi strategi penggunaan yang menyenangkan buat siswa.
  • Lakukan evaluasi terhadap pemahaman kosakata siswa dalam berbagai macam tes.
  • Jadikan wordwall hasil karya siswa sebagai portofolio siswa dan berikan penilaian dan penghargaan
B. Saran
Dengan telah dicobanya strategi pembelajaran kosakata yang cukup komunikatif ini maka penulis menyarankan pada rekan-rekan guru bahasa inggris untuk mencoba mencari dan menggunakan strategi pembelajaran lainnya yang dianggap dapat meningkatkan pemahaman kosakata siswa yang merupakan dasar dan tercapainya kompetensi berbahasa.


DAFTAR PUSTAKA
1. Allen, Janet. Words, Words, Words Portland: Stenhouse Publishers, 1999
2. Working with Words, http://www.wfu.edu/cunningh/fourblocks/block4.html

pembelajaran

pembelajaran

Minggu, 07 November 2010

ramalan

ramalan

ramalan psangan masa depanku....

Dear Lia Fadillah, bawah ini adalah hasil Prediksi Masa Depan Pernikahan Anda:
Bagaimana Anda akan memilih Mr Right? Anda akan membuat sebagian besar bisa berbelanja sekitar untuk Mr Right. Anda mencintai kebebasan dan akan memiliki banyak kesenangan belajar tentang orang macam apa yang Anda inginkan. Ketika Anda menemukan orang untuk Anda, tak seorang pun akan dapat membuat Anda menjauh dari gereja.
Siapa yang akan menjadi Mr Right Anda di masa depan:  
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Suami masa depan Anda akan indah dan manis
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Tapi sedikit matang - bahkan mungkin manja anak nakal! Orang ini akan memicu naluri keibuan Anda
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Anda akan selalu bersedia untuk menonton punggung dan membersihkan kotoran-nya
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Dia mungkin usia yang sama seperti Anda atau bahkan lebih muda
Kapan kau akan menikah?:  
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Segera setelah Anda jatuh cinta
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Anda akan ingin ambil laki-laki dan bertahan padanya
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Anda mungkin akan menikah sangat muda
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Sehingga akan bijaksana dari Anda untuk berpikir dengan hati-hati sebelum melakukan
Istri macam apakah Anda?:  
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Anda adalah agak rumit
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Anda mungkin berpura-pura menjadi peka dan peduli istri di matanya
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Tetapi Anda akan siap untuk menertawakan di belakang punggung dan akhirnya Anda bahkan meninggalkan dia bagi orang lain
Apakah anda dan suami Anda dapat bersenang-senang bersama?:  
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Anda dan pasangan Anda akan memilih untuk menghabiskan waktu pada kegiatan lebih romantis
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Anda tidak akan berakhir cukup sehat
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Tetapi Anda akan memiliki banyak bersenang-senang pergi keluar untuk minum-minum
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Menonton konser atau bermain kartu di rumah dengan teman lain
Akan menjadi seperti apa anak-anak Anda kelak?:  
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Anak-anak Anda akan menjadi tenang dan tidak akan memberi Anda waktu yang sulit - mereka akan menjadi kegembiraan untuk memiliki sekitar
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Namun
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Anda harus mengajari mereka untuk menjadi lebih kuat dan lebih percaya diri dalam diri mereka
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Jika tidak
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Mereka mungkin akan tumbuh menjadi pecundang
Seberapa setia Anda?:  
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Anda bergaul dengan baik dengan banyak pria
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Kadang keramahan Anda menyesatkan orang lain berpikir bahwa Anda sedikit genit
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Tapi sebenarnya kau punya hati yang setia
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ : Anda tidak akan pernah punya mata bagi siapa pun kecuali suami tercinta Anda

Kamis, 04 November 2010

kemauan(PSIKOLOGI UMUM)


  1. Gejala Kemauan Pada Manusia
    Kemauan adalah dorongan dari dalam yang lebih tinggi tingkatannya dari pada instink, refleks, automatisme, kebiasaan, nafsu, keinginan, kecenderungan dan hawa nafsu. Kemauan adalah dorongan dari dalam yang sadar, berdasar pertimbangan pikir dan perasaan, serta seluruh pribadi seseorangyang menimbulkan kegiatan yang terarah pada tercapainya tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan hidup pribadinya.
    Ciri-ciri kemauan :
    a. gejala kemauan merupakan dorongan dari dalam yang dimiliki oleh manusia, karena kemauan merupakan dorongan yang disadari dan dipertimbangkan.
    b. Gejala kemauan berhubungan erat dengan satu tujuan. Kemauan mendorong timbulnya perhatian/minat-minat, mendorong gerak aktivitas kearah tercapainya satu tujuan.
    c. Terdapat kesejalanan antara dorongan kemauan – pikiran – perasaan – tujuan dan tindaskan.
    d. Seluruh pribadi memberikan pertimbangan, pengaruh dan corak pada perbuatan manusia.
    e. Di dalam gejala kemauan terkandung sifat aktif/giat.
    f. Gejala kemauan hanya terdapat pada diri manusia.
    g. Merupakan tindakan yang disengaja dan disadari.

    2. Proses Kemauan
    a. proses kemauan menurut meuman
    1. adanya motive (alasan).
    Asal mula timbulnya motive yaitu :
    - ada jenis motive yang dibawa sejak lahir. Misal motive makan, minum, berpakaian, dan sebagainya.
    - Ada pula motifve yang dinamakan pada seseorang dengan sengaja yang merupakan latihan-latihan / kebiasaan-kebiasaan/ pengalaman hidup. Misal kebersihan kesehatan, kesopanan dan lain sebagainya.
    Sifat-sifat motive yaitu :
    - Motive bersifat tetap (tidak berubah, misal motive untuk bergaul).
    - Motive selamanya bersifat subjektif.
    Macam-macam motive yaitu :
    - Motive yang bersifat vital yaitu motive yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan organis (organic needs), misal bernafas, makan, minum.
    - Motive yang bersifat rohaniah yaitu motive yang berhubungan dengan dunia luar (subjective motive and interest), misal berhubungan dengan manusia, dengan lingkungan.

    2. Mempertimbangkan Motive-motive
    Di dalam masa persiapan akan terjadi atau timbul bermacam-macam pertimbangan, kesangsian dan macam-macam pertanyaan. Dalam masa ini segala sesuatu dipertimbangkan. Kalau suatu perbuatan dilaksanakan apa untungnya dan apa ruginya, apa baiknya dan apa ruginya.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu :
    - Hal-hal diluar dirinya, seperti dapat tidaknya tujuan itu ducapai, faktor apakah yang mungkin membantu atau merintangi.
    - Hal-hal yang ada pada dirinya sendiri, seperti kemampuan kecakapan, pengalaman, dan lain-lain.

    3. Saat Memilih
    Memilih bukan pekerjaan yang mudah , karena memilih berarti menentukan menentukan sesuatu hal yang mempunyai arti bagi pemilih. Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam pemilihan yaitu :
    a. kalau objeknya megandung hal-hal yang positif /berguna baik, menguntungkan, pemilih dengan tegas menentukan ya, setuju, cocok, dijalankan.
    b. Kalau objeknya mengandung hal-hal yang negatif, tak berguna, merugikan, buruk dan sebagainya, pemilih menentukan tidak, ditolak, tak dijalankan, tak dipilih, dihindari dan sebagainya.
    c. Kalau objeknya mengandung hal-hal yang positif dan negatif, pemilih akan ragu-ragu dan biasanya pemilih akan menunda penetapan pilihannya untuk sementara waktu, perlu mempertimbangkan segala kemungkinan lebih dalam dan lebih teliti.
    d. Alternatif, pemilihan antara kedua kemungkinan yang harus dipilih salah satu. Sudah barang tentu diantara dua hal itu masing-masing harus diperhitungkan baik buruknya, untung ruginya. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai pertanyaan seperti : tidak ada alternatif lain kecuali…..(ini berarti tidak ada pilihan lain kecuali……).
    e. Dilemma yaitu didalam menghadapi suatu masalah, orang dihadapkan pada pilihan antara lain saling bertentangan, dan kedua-duanya sama berat atau sama sulitnya.

    4. Memutuskan
    Memutuskan merupakan langkah terakhir setelah pertimbangan motive dan pertimbangan pemilihan berlangsung. Lama tidaknya pertimbangan tersebut tergantung pada tingkatan masalahnya dan tingkatan pribadinya. Keputusan akan di ikuti tindakan nyata yang bertanggung jawab. Bagaimanapun juga tindakan kemauan sebagai tindakan kelanjutan dari keputusan tersebut harus dipertanggung jawabkan akibatnya. Inilah yang memberikan tugas sukar pada pemilih saat memilih dan memutuskan. Setelah segala pertimbangan dilakukan, keputusan kemauan diambil berdasarkan pertimbangan yang terkuat yang mencangkup pengakuan alasan manakah yang terkuat, alasan apakah ayng akan diturut, dan apa yang harus dipertimbangkan.

    5. memutuskan keputusan kemauan
    Keputusan memilih sebenarnya terletak pada perbuatan kemauan, artinya keputusan kemauan itu tentu diiringi dengan tindakan kemauan. Sebaliknya apabila tidak diiringi dengan tindakan kemauan, akan sia-sia proses sebelumnya. Karena apabila berhenti pada keputusan kemauan saja, niscaya tujuan kemauan tidak akan tercapai.
    Kalau keputusan sudah dilaksanakan dalam perbuatan kemauan, maka berakhirlah proses kemauan.sehubungan dengan keputusan kemauan ini akan berturut-turut dibicarakan tentang :
    a.Keputusan Kata Hati yaitu keputusan yang timbul dari lubuk hati atau hati sanubari seseorang da mempunyai arti penting bagi pribadinya. Keputusan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
    - bersifat subjektif dan individual artinya keputusan ini hanya sesuai dengan pribadinya saja, kemungkinan orang lain belum tentu sesuai dengan keputusan itu.
    - bersifat kongkrit, artinya keputusan itu diambil dalam situasi tertentu pada saat itu.
    - bertalian rapat dengan hidup pribadi seseorang, maka bagai manapun juga keputusan itu adalah yang paling cocok baginya dan akan dipertahankan dengan mempertaruhkan seluruh pribadinya.
    b. Kemauan Perbuatan Kemauan Bertnggung Jawab
    Dapat dirangkumkan seperti :
    - secara kodrati sejak lahir kita ada hasyrat untuk hidup.
    - Hasyrat itu bermacam-macam ragam, tetapi kesemuanya mengarah pada tercapainya tujuan guna mengapai hidupnya.
    - Hasyrat yang menuju kepada pencapaian tujuan itu mengerakkan daya pikir dan pribadi, kemudian dipertimbangkan tujuan dan kemungkinan tercapainya tujuan itu.
    - Sebelum terbentuknya keputusan kemauan dapat dipertimbangkan baik buruknya tujuan itu, Bgaimana jalan yang harus ditempuh, mungkin atau tindakan tujuan itu dicapai.
    - Pada suatu ketika atas segala pertimbangan, keputusan diambil.
    - Keputusan kemauan disertai perbuatan kemauan yang bertanggung jawab.
    c. kemungkinan-kemunkinan perbuatan kemauan
    1. Perasan puas yaitu kalau tujuannya dapat dicapai dengan hasil baik.
    2. Perasaan tidak puas yaitu apabila tujuannya tidak dapat dicapai dengan baik.
    3.Kemungkinan positif, kalau sudah demikian oarang mulai mengikat kembali alasan-alasan dan pertimbangan-pertimbangan yang telah dilakukan dan keputusan-keputusan yang telah ditempuh. Dengan pengalaman yang gagal itu akhirnya orang ingin membenarkan langkah-langkah yang salah dan ingin membetulkan diri.
    4.kemungkinan negatif, kalau seseorang bersangkutan tidak mau belajar dari pengalaman-pengalaman yang lalu, tidak dapat menyadari kelemahan-kelemahan yang telah ditempuh. Akhirnya kalau sudah tidak mampu melihat kenyataan sebagai kenyataan, orang dapat terpesona dalam kekalutan batin dan perbuatan.
    b. proses kemauan menurut Narcis Ach
    Ia
    mengatakan, bahwa semua kemauan memperlihatkn 4 saat yaitu :
    1 Saat Penerimaan pada saat ini oarang menerima kesan , kadang pengaruh penerimaan kesan itu sangat kuat, sehingga orang seolah-olah tidak dapat menahan terjadinya getaran, seperti mengerutkan kening, bibir berketap, tangan dikepal-kepalkan.
    2 Saat Objektif pada saat ini orang sadar akan peristiwa dalam jiwanya, mulai terbayang pada sesuatu tujuan, merasa dirinya giat, menyadari akan arah yang akan dituju.
    3 Saat Aktual pada saat ini orang menunjukkan pikirannya pada suatu arah tertentu dan seolah-olah merasakan perbuatan yang akan datang.
    4 Saat Subjektif inilah saat orang mengambil keputusan , setelah keputusn ditetapkan biasanya dilanjutkan dengan perbuatan atau tindakan.
TGGL 30 OKTOBER 2010

kemauan(PSIKOLOGI UMUM)


  1. Gejala Kemauan Pada Manusia
    Kemauan adalah dorongan dari dalam yang lebih tinggi tingkatannya dari pada instink, refleks, automatisme, kebiasaan, nafsu, keinginan, kecenderungan dan hawa nafsu. Kemauan adalah dorongan dari dalam yang sadar, berdasar pertimbangan pikir dan perasaan, serta seluruh pribadi seseorangyang menimbulkan kegiatan yang terarah pada tercapainya tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan hidup pribadinya.
    Ciri-ciri kemauan :
    a. gejala kemauan merupakan dorongan dari dalam yang dimiliki oleh manusia, karena kemauan merupakan dorongan yang disadari dan dipertimbangkan.
    b. Gejala kemauan berhubungan erat dengan satu tujuan. Kemauan mendorong timbulnya perhatian/minat-minat, mendorong gerak aktivitas kearah tercapainya satu tujuan.
    c. Terdapat kesejalanan antara dorongan kemauan – pikiran – perasaan – tujuan dan tindaskan.
    d. Seluruh pribadi memberikan pertimbangan, pengaruh dan corak pada perbuatan manusia.
    e. Di dalam gejala kemauan terkandung sifat aktif/giat.
    f. Gejala kemauan hanya terdapat pada diri manusia.
    g. Merupakan tindakan yang disengaja dan disadari.

    2. Proses Kemauan
    a. proses kemauan menurut meuman
    1. adanya motive (alasan).
    Asal mula timbulnya motive yaitu :
    - ada jenis motive yang dibawa sejak lahir. Misal motive makan, minum, berpakaian, dan sebagainya.
    - Ada pula motifve yang dinamakan pada seseorang dengan sengaja yang merupakan latihan-latihan / kebiasaan-kebiasaan/ pengalaman hidup. Misal kebersihan kesehatan, kesopanan dan lain sebagainya.
    Sifat-sifat motive yaitu :
    - Motive bersifat tetap (tidak berubah, misal motive untuk bergaul).
    - Motive selamanya bersifat subjektif.
    Macam-macam motive yaitu :
    - Motive yang bersifat vital yaitu motive yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan organis (organic needs), misal bernafas, makan, minum.
    - Motive yang bersifat rohaniah yaitu motive yang berhubungan dengan dunia luar (subjective motive and interest), misal berhubungan dengan manusia, dengan lingkungan.

    2. Mempertimbangkan Motive-motive
    Di dalam masa persiapan akan terjadi atau timbul bermacam-macam pertimbangan, kesangsian dan macam-macam pertanyaan. Dalam masa ini segala sesuatu dipertimbangkan. Kalau suatu perbuatan dilaksanakan apa untungnya dan apa ruginya, apa baiknya dan apa ruginya.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu :
    - Hal-hal diluar dirinya, seperti dapat tidaknya tujuan itu ducapai, faktor apakah yang mungkin membantu atau merintangi.
    - Hal-hal yang ada pada dirinya sendiri, seperti kemampuan kecakapan, pengalaman, dan lain-lain.

    3. Saat Memilih
    Memilih bukan pekerjaan yang mudah , karena memilih berarti menentukan menentukan sesuatu hal yang mempunyai arti bagi pemilih. Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam pemilihan yaitu :
    a. kalau objeknya megandung hal-hal yang positif /berguna baik, menguntungkan, pemilih dengan tegas menentukan ya, setuju, cocok, dijalankan.
    b. Kalau objeknya mengandung hal-hal yang negatif, tak berguna, merugikan, buruk dan sebagainya, pemilih menentukan tidak, ditolak, tak dijalankan, tak dipilih, dihindari dan sebagainya.
    c. Kalau objeknya mengandung hal-hal yang positif dan negatif, pemilih akan ragu-ragu dan biasanya pemilih akan menunda penetapan pilihannya untuk sementara waktu, perlu mempertimbangkan segala kemungkinan lebih dalam dan lebih teliti.
    d. Alternatif, pemilihan antara kedua kemungkinan yang harus dipilih salah satu. Sudah barang tentu diantara dua hal itu masing-masing harus diperhitungkan baik buruknya, untung ruginya. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai pertanyaan seperti : tidak ada alternatif lain kecuali…..(ini berarti tidak ada pilihan lain kecuali……).
    e. Dilemma yaitu didalam menghadapi suatu masalah, orang dihadapkan pada pilihan antara lain saling bertentangan, dan kedua-duanya sama berat atau sama sulitnya.

    4. Memutuskan
    Memutuskan merupakan langkah terakhir setelah pertimbangan motive dan pertimbangan pemilihan berlangsung. Lama tidaknya pertimbangan tersebut tergantung pada tingkatan masalahnya dan tingkatan pribadinya. Keputusan akan di ikuti tindakan nyata yang bertanggung jawab. Bagaimanapun juga tindakan kemauan sebagai tindakan kelanjutan dari keputusan tersebut harus dipertanggung jawabkan akibatnya. Inilah yang memberikan tugas sukar pada pemilih saat memilih dan memutuskan. Setelah segala pertimbangan dilakukan, keputusan kemauan diambil berdasarkan pertimbangan yang terkuat yang mencangkup pengakuan alasan manakah yang terkuat, alasan apakah ayng akan diturut, dan apa yang harus dipertimbangkan.

    5. memutuskan keputusan kemauan
    Keputusan memilih sebenarnya terletak pada perbuatan kemauan, artinya keputusan kemauan itu tentu diiringi dengan tindakan kemauan. Sebaliknya apabila tidak diiringi dengan tindakan kemauan, akan sia-sia proses sebelumnya. Karena apabila berhenti pada keputusan kemauan saja, niscaya tujuan kemauan tidak akan tercapai.
    Kalau keputusan sudah dilaksanakan dalam perbuatan kemauan, maka berakhirlah proses kemauan.sehubungan dengan keputusan kemauan ini akan berturut-turut dibicarakan tentang :
    a.Keputusan Kata Hati yaitu keputusan yang timbul dari lubuk hati atau hati sanubari seseorang da mempunyai arti penting bagi pribadinya. Keputusan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
    - bersifat subjektif dan individual artinya keputusan ini hanya sesuai dengan pribadinya saja, kemungkinan orang lain belum tentu sesuai dengan keputusan itu.
    - bersifat kongkrit, artinya keputusan itu diambil dalam situasi tertentu pada saat itu.
    - bertalian rapat dengan hidup pribadi seseorang, maka bagai manapun juga keputusan itu adalah yang paling cocok baginya dan akan dipertahankan dengan mempertaruhkan seluruh pribadinya.
    b. Kemauan Perbuatan Kemauan Bertnggung Jawab
    Dapat dirangkumkan seperti :
    - secara kodrati sejak lahir kita ada hasyrat untuk hidup.
    - Hasyrat itu bermacam-macam ragam, tetapi kesemuanya mengarah pada tercapainya tujuan guna mengapai hidupnya.
    - Hasyrat yang menuju kepada pencapaian tujuan itu mengerakkan daya pikir dan pribadi, kemudian dipertimbangkan tujuan dan kemungkinan tercapainya tujuan itu.
    - Sebelum terbentuknya keputusan kemauan dapat dipertimbangkan baik buruknya tujuan itu, Bgaimana jalan yang harus ditempuh, mungkin atau tindakan tujuan itu dicapai.
    - Pada suatu ketika atas segala pertimbangan, keputusan diambil.
    - Keputusan kemauan disertai perbuatan kemauan yang bertanggung jawab.
    c. kemungkinan-kemunkinan perbuatan kemauan
    1. Perasan puas yaitu kalau tujuannya dapat dicapai dengan hasil baik.
    2. Perasaan tidak puas yaitu apabila tujuannya tidak dapat dicapai dengan baik.
    3.Kemungkinan positif, kalau sudah demikian oarang mulai mengikat kembali alasan-alasan dan pertimbangan-pertimbangan yang telah dilakukan dan keputusan-keputusan yang telah ditempuh. Dengan pengalaman yang gagal itu akhirnya orang ingin membenarkan langkah-langkah yang salah dan ingin membetulkan diri.
    4.kemungkinan negatif, kalau seseorang bersangkutan tidak mau belajar dari pengalaman-pengalaman yang lalu, tidak dapat menyadari kelemahan-kelemahan yang telah ditempuh. Akhirnya kalau sudah tidak mampu melihat kenyataan sebagai kenyataan, orang dapat terpesona dalam kekalutan batin dan perbuatan.
    b. proses kemauan menurut Narcis Ach
    Ia
    mengatakan, bahwa semua kemauan memperlihatkn 4 saat yaitu :
    1 Saat Penerimaan pada saat ini oarang menerima kesan , kadang pengaruh penerimaan kesan itu sangat kuat, sehingga orang seolah-olah tidak dapat menahan terjadinya getaran, seperti mengerutkan kening, bibir berketap, tangan dikepal-kepalkan.
    2 Saat Objektif pada saat ini orang sadar akan peristiwa dalam jiwanya, mulai terbayang pada sesuatu tujuan, merasa dirinya giat, menyadari akan arah yang akan dituju.
    3 Saat Aktual pada saat ini orang menunjukkan pikirannya pada suatu arah tertentu dan seolah-olah merasakan perbuatan yang akan datang.
    4 Saat Subjektif inilah saat orang mengambil keputusan , setelah keputusn ditetapkan biasanya dilanjutkan dengan perbuatan atau tindakan.
TGGL 30 OKTOBER 2010

Sabtu, 30 Oktober 2010

lirik

avril lavigne
wondergirl
super junior
shane
bbf
full house

lirik lagu

justin
michel jackson

mentawai berduka

mentawai
bencana
detik detik

bencana merapi datang lagi

mbah marijan.com
marijan mbah.com 
mbahmarijan 
korban

psi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hadis merupakan salah satu sumber ajaran islam yang menduduki posisi sangat signifikan (penting) yaitu sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Quran dan merupakan penjelasan dari kebanyakan ayat Al-Quran yang tidak jelas (musykil), mencari yang global dalam Al-Quran dan sebagainya.
Kondisi hadis pada masa perkembangan sebelum pengodifikasian dan filterisasi pernah mengalami pembauran dan kesimpangsiuran di tengah jalan sekalipun hanya minoritas saja. Oleh karena itu, para ulama bangkit mengadakan riset hadis-hadis yang beredar dan meletakkan dasar kaidah-kaidah atau peraturan-peraturan yang ketat bagi seorang yang meriwayatkan hadis yang nantinya ilmu ini disebut ilmu hadis.
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Studi Islam serta memberikan sedikit uraian mengenai hadis dan ilmu hadis.

C. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian hadis?
2. Apakah pengertian sunnah,khabar, dan atsar?
3. Apa saja bentuk-bentuk hadis?
4. Apakah pengertian ilmu hadis?
5. Berapakah pembagian ilmu hadis?
6. Apa saja istilah-istilah dalam ilmu hadis?
7. Apakah manfaat mempelajari ilmu hadis?


BAB II
ISI
A. Pengertian Hadis
Menurut bahasa, hadis berarti sesuatu yang baru. Berita, sesuatu yang dipercayakan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain, sama maknanya dengan hadis.
Secara terminologis, ahli hadis dan ahli usul berbeda memberikan pengertian tentang hadis.
Hadis menurut ahli hadis ialah:
أقو١ل ١لنبى صلّى ١ﷲعليه وسلم وأفعاله وأحواله وقال اﻷﺨﺭ ﻜﻝ ﻋﺍ ﺃﺜﺭ ﻋﻥ ﺍﻠنبی ﻤﻥ ﻘﻭﻝ ﺃﻭﻔﻌﻝ ﺃﻭﺍﻘﺭﺍﺭ
“Segala perkataan Nabi, perbuatan, dan hal ihwalnya. Menurut yang lain segala sesuatu yang bersumber dari Nabi, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapannya”.
Menurut rumusan lain hadis berarti:
“Sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, maupun sifat beliau”.
Sebagian muhadditsin berpendapat bahwa hadis memiliki cakupan yang luas, tidak hanya terbatas pada apa yang disandarkan kepada Nabi SAW, melainkan termasuk di dalamnya segala yang disandarkan kepada sahabat dan yang disandarkan kepada Tabi’in. Dalam hal ini at-Tarmisi menyebutkan sebagai berikut:
“Dikatakan (dari Ulama ahli Hadis), bahwa hadis itu bukan hanya untuk sesuatu yang marfu’,melainkan bisa juga untuk sesuatu yang mauquf, dan yang maqtu’.


Hadis menurut ahli Usul adalah:
“Segala perkataan Nabi SAW, perbuatan, dan taqrirnya yang berkaitan dengan hukum syara’ dan ketetapannya”.
Dengan pengertian ini, segala sesuatu yang bersumber dari Nabi SAW yang tidak ada kaitannya dengan hukum atau tidak mengandung misi kerasulannya, seperti tata cara berpakaian, tidur, dan makan, tidak termasuk hadis.
B. Pengertian Sunnah, Khabar, dan Asar
1. Pengertian Sunnah
Menurut bahasa Sunnah artinya suatu perjalanan yang diikuti, baik dinilai perjalanan baik atau perjalanan buruk.
Rasulullah SAW bersabda:
ﻤﻥ ﺴﻥ ﻔﻰ ﺍﻹﺴﻼ ﻡ ﺴﻨﺔ ﺤﺴﻨﺔ ﻔﻠﻪ ﺃﺠﺭﻫﺍﻭﺃﺠﺭﻤﻥﻋﻝ ﺒﻬﺍ ﺒﻌﺩ ﻩ ﻤﻥﻏﻴﺭﺃﻥ ﻴﻨﻗﺹ ﻤﻥﺃﺠﻭﺭﻫﻡ ﺘﻴﺊ ﻭﻤﻥ ﺴﻥ ﻔﻰﺍﻹﺴﻼﻡ ﺴﻨﺔ ﺴﻴﺌﺔ ﻜﺍ ﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺯﺭﻫﺍ ﻭﻭﺯﺭﻤﻥﻋﻤﻝ ﺒﻬﺍ ﻤﻥ ﺒﻌﺩ ﻩ ﻤﻥ ﻏﻴﺭﺃﻥ ﻴﻨﻗﺹ ﻤﻥ ﺃ ﻭﺯﺍ ﺭﻫﻡ ﺸﺊ
"Barang Siapa melakukan suatu perbuatan yang baik, ia akan mendapatkan pahala dan pahala orang yang menirunya setelah dia, dengan tidak dikurangi pahalanya sedikit pun. Dan barang siapa melakukan perbuatan yang jelek, ia akan menaggung dosanya dan dosa-dosa orang yang menirunya, dengan tidak dikurangi dosanya sedikit pun.
Di hadis lain Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan atau perbuatan orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga meskipun mereka memasuki lubang biawak, niscaya kamu akan mengikuti mereka. Kami (para sahabat) bertanya: “Ya Rasulullah SAW apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?”. Beliau lantas menjawab siapa lagi?”
Dalam Al-Quran surah Al-Kahfi ayat 55 Allah berfirman:
وﻤﺍﻤﻨﻊ ﺍﻟﻨﺍ ﺱ ﺍﻥ ﻴﺅﻤﻨﻭﺍ ﺇﺫﺠﺍﺀﻫﻡ ﺍﻟﻬﺩﻯ ﻭ ﻴﺴﺘﻐﻓﺭﻭﺍ ﺭﺒﻬﻡ ﺇﻷ ﺃﻥ ﺘﺃ ﺘﻴﻬﻡ ﺴﻨﺔ ﺍﻷ ﻭ ﻠﻴﻥ
Dan tidak sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat-umat terdahulu…”
Masih banyak lagi ayat-ayat Al-Quran yang menunjukkan arti Sunnah menurut bahasa, seperti dalam surat Al-Anfal ayat 38, Al-Hijr ayat 13, Al-Ahzab ayat 38, Al-Fatir ayat 43, Al-Mukmin ayat 85, dan Al-Fath ayat 23.
Bila kata sunnah disebutkan dalam masalah yang berhubungan dengan hukum syara’, maka yang dimaksudkan tiada lain adalah segala sesuatu yang diperintahkan, dilarang, atau dianjurkan oleh Rasulullah SAW, baik berupa perkataan atau perbuatannya. Dengan demikian, apabila dalam dalil hukum syara’ disebutkan al-Kitab dan al-Sunnah, berarti yang dimaksudkan ialah al-Quran dan Al-Hadis.
Sedang sunnah menurut istilah, di kalangan ulama terdapat perbedaan pendapat. Hal ini disebabkan karena perbedaan latar belakang, persepsi, dan sudut pandang masing-masing terhadap diri Rasulullah SAW secara garis besarnya mereka terkelompok menjadi tiga golongan; Ahli hadis, ahli usul, dan ahli fiqh.

Pengertian sunnah menurut ahli hadis adalah:
“Segala sesuatu yang berhubungan dengan sirah Nabi SAW, budi pekerti, tabiat, berita, perkataan, dan perbuatannya baik melahirkan hukum syara’ atau tidak”.
Mereka mendefinisikan Sunnah sebagai di atas, karena mereka memandang diri Rasul sebagai Uswatun Hasanah. Oleh karenanya mereka menerima secara utuh segala yang diberitakan tentang diri Rasul SAW tanpa membedakan apakah yang diberitahukan itu berhubungan dengan hukum syara’ atau tidak. Mereka juga tidak memisahkan antara sebelum diutus menjadi Rasul atau sesudahnya.
Dalam hadis Rasul riwayat al-Hakim dari Abu Hurairah disebutkan Nabi bersabda yang artinya:
“Aku tinggalkan pada kalian dua pusaka. Kamu tidak akan sesat setelah (berpegang) pada keduanya, yaitu kitab Allah dan Sunnahku”.
Berbeda dengan ahli Hadis, ahli Usul mengatakan, Sunnah adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW yang berhubungan dengan hukum syara’, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrir beliau.
Definisi ahli Usul ini membatasi pengertian sunnah hanya pada segala sesuatu yang bersumber dari Nabi, baik perkataan, perbuatan, maupun taqrirnya yang berkaitan dengan hukum syara’. Pemahaman ahli Usul terhadap Sunnah sebagaimana tersebut di atas, didasarkan pada argumentasi rasional bahwa Rasulullah SAW sebagai pembawa dan pengatur undang-undang yang menerangkan kepada manusia tentang Dutsur al-Hayat dan menciptakan kerangka dasar bagi para mujtahid yang hidup sesudahnya. Hal-hal yang tidak mengandung misi seperti ini tidak dapat dikatakan Sunnah dan oleh karenanya ia tidak dapat dijadikan sumber hukum.
Ulama Fiqh mendefinisikan Sunnah sebagai berikut:
“Segala ketetapan yang berasal dari Nabi SAW selain yang difardukan. Menurut mereka, Sunnah merupakan salah satu hukum yang lima (wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah)”.
Ulama ahli Fiqh mendefinisikan Sunnah seperti ini karena mereka memusatkan pembahasan tentang pribadi Rasul SAW pada perbuatan-perbuatan yang melandasi hukum syara’, untuk diterapkan pada perbuatan manusia pada umumnya, baik yang wajib, sunnah, haram, makruh, maupun mubah. Ini memang tidak dapat dilepaskan dari dasar hukum menurut mereka, yaitu hukum syara’ yang lima.
Lebih lanjut mereka katakan bahwa Sunnah berlawanan dengan bid’ah, karena Sunnah di masa Rasulullah SAW diartikan dengan cara dan perilaku yang diikuti, yang menyangkut masalah agama. Sedangkan bid’ah menurut bahasa ialah perkara yang baru. Imam Syatibi berkata, “Pokok pengertian bid’ah adalah mencipta sesuatu yang baru, tanpa contoh terlebih ”.
2. Pengertian Khabar dan Atsar
Khabar menurut bahasa adalah segala berita yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain. Khabar menurut ulama ahli hadis sama artinya dengan hadis, keduanya dapat dipakai untuk sesuatu yang marfu’, mauquf, dan maqtu’ mencakup segala yang datang dari Nabi SAW, sahabat, dan tabi’in.
Ulama lain mengatakan bahwa khabar adalah Sesutu yang datang selain dari Nabi SAW, sedang yang datang dari Nabi SAW disebut hadis. Ada juga yang mengatakan bahwa hadis lebih umum dari khabar, sehingga tiap hadis dapat dikatakan khabar, tetapi tidak setiap khabar dikatakan hadis.
Adapun Atsar menurut pendekatan bahasa sama pula artinya dengan khabar, hadis, dan sunnah. Sedangkan Atsar menurut istilah terjadi perbedaan pendapat di antara pendapat para ulama. Jumhur mengatakan bahwa Atsar sama dengan Khabar, yaitu sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW, sahabat, dan tabi’in. Sedangkan menurut ulama Khurasan bahwa Atsar untuk yang mauquf dan khabar untuk yang marfu’.
Dari keempat pengertian di atas dapat ditarik suatu pengertian bahwa keempat istilah tersebut pada dasarnya memiliki kesamaan maksud, yaitu segala sesuatu yang datang dari Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrirnya.
Rangkuman Perbedaan Hadis dan Sinonimnya
Hadis dan Sinonimnya Sandaran Aspek dan Spesifikasinya Sifatnya
Hadis Nabi Perkataan (Qawli)
Perbuatan (Fi’li)
Persetujuan (Taqriri) Lebih khusus dan sekalipun dilakukan sekali
Sunnah Nabi dan para sahabat Perbuatan (Fi’li) Menjadi tradisi
Khabar Nabi dan selainnya Perkataan (Qawli)
Perbuatan (Fi’li) Lebih umum
Atsar Sahabat dan tabi’in Perkataan (Qawli)
Perbuatan (Fi’li) Umum




C. Bentuk-Bentuk Hadis
1. Hadis Qauli
Yang dimaksud dengan hadis Qauli adalah segala yang disandarkan kepada Nabi SAW yang berupa perkataan atau ucapan yang memuat berbagai maksud syara’, peristiwa, dan keadaan, baik yang berkaitan dengan aqidah, syari’ah, akhlak, maupun yang lainnya. Di antara contoh Hadis Qauli ialah Hadis tentang do’a Rasul SAW yang ditujukan kepada yang mendengar, menghafal, dan menyampaikan ilmu. Hadis tersebut yang artinya :
“Semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang mendengarkan perkataan dariku kemudian menghafal dan menyampaikan kepada orang lain, karena banyak orang berbicara mengenai fiqh padahal ia bukan ahlinya. Ada tiga sifat yang karenanya tidak akan timbul rasa dengki dihati seorang muslim, yaitu ikhlas beramal kepada Allah SWT, saling menasehati dengan pihak penguasa dan patuh atau setia terhadap jamaah. Karena sesungguhnya doa mereka akan membimbing dan menjaganya dari belakang”.
Contoh lain Hadis tentang bacaan al-Fatihah dalam shalat, yang berbunyi :
ﻻ ﺼﻼ ﺓ ﻠﻥ ﻠﻡ ﻴﻗﺭ ﺃﺒﺄ ﻡ ﺍﻠﻜﺘﺎﺏ

“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca ummul Quran/ al-Fatihah”.
2. Hadis Fi’li
Dimaksudkan dengan hadis fi’li adalah segala yang disandarkan kepada Nabi SAW berupa perbuatannya yang sampai kepada kita. Seperti Hadis tentang shalat dan haji. Contoh hadis fi’li tentang salat adalah sabda Nabi SAW yang berbunyi:
ﺼﻟﻭﺍ ﻜﻡ ﺭﺃﻴﺘﻤﻭ ﻨﻰ ﺃﺼﻟﻰ
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”.
3. Hadis Taqriri
Yang dimaksud dengan Hadis Taqriri, adalah segala hadis yang berupa ketetapan Nabi SAW terhadap apa yang datang dari sahabatnya. Nabi SAW membiarkan suatu perbuatan yang dilakukan oleh para sahabat, setelah memenuhi beberapa syarat, baik mengenai pelakunya, maupun perbuatannya.
Di antara contoh hadis taqriri, ialah sikap Rasul SAW membiarkan para sahabat melaksanakan perintahnya, sesuai dengan penafsirannya masing-masing sahabat terhadap sabdanya, yang berbunyi:
ﻻ ﻴﺼﻟﻴﻥ ﺃ ﺤﺩ ﺍﻠﻌﺼﺭ ﺇﻻ ﻔﻰ ﺒﻨﻱ ﻘﺭ ﻴﻀﺔ
“Janganlah seorang pun shalat ‘Asar kecuali nanti saja di Bani Quraizah”
Sebagian sahabat memahami larangan tersebut berdasarkan pada hakikat perintah tersebut, sehingga mereka tidak melaksanakan salat Asar pada waktunya. Sedang golongan sahabat lainnya memahami perintah tersebut dengan perlunya segera menuju Bani Quraizah dan jangan santai dalam peperangan,sehingga bias shalat tepat pada waktunya. Sikap para sahabat ini dibiarkan oleh Nabi SAW tanpa adanya yang disalahkan atau yang diingkarinya.
4. Hadis Hammi
Yang dimaksud dengan hadis Hammi adalah hadis yang berupa hasrat Nabi SAW yang belum terealisasikan, seperti halnya hasrat berpuasa tanggal 9 ‘Asyura. Dalam riwayat ibn Abbas, disebutkan sebagai berikut:
“Ketika Nabi SAW berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata: Ya Nabi! Hari ini adalah hari yang diagung-agungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani. Nabi SAW bersabda: Tahun yang akan datang Insya’ Allah aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan”.
Nabi SAW belum sempat merealisasikan hasratnya ini, karena wafat sebelum sampai bulan ‘Asyura. Menurut imam Syafi’I dan para pengikutnya, bahwa menjalankan hadis Hammi ini disunnahkan, sebagaimana menjalankan sunnah-sunnah yang lainnya.

5. Hadis Ahlawi
Yang dimaksud hadis Ahlawi ialah Hadis yang berupa hal ihwal Nabi SAW yang menyangkut keadaan fisik, sifat-sifat dan kepribadiannya. Tentang keadaan fisik Nabi SAW, dalam beberapa hadis disebutkan, bahwa fisiknya tidak terlalu tinggi dan tidak pendek, sebagaimana yang dikatakan oleh al-Bara’I dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, sebagai berikut:
ﻜﺎﻥ ﺭﺴﻭﻝ ﺍﷲ ﺼﻠﻰﺍﷲﻟﻴﻪ ﻭﺴﻟﻡ ﺃﺤﺴﻥ ﺍﻠﻨﺎﺱ ﻭﺠﻬﺎ ﻭﺃﺤﺴﻨﻪ ﺨﻟﻗﺎ ﻠﻴﺱ ﺒﺎ ﻠﻁﻭﻴﻝ ﺍﻠﻨﺎ ﺌﻥ ﻭﻻ ﺒﺎﻠﻐﺼﻴﺭ
“Rasul SAW adalah manusia yang sebaik-baiknya rupa dan tubuh. Keadaan fisiknya tidak tinggi dan tidak pendek”.
Mengenai sifat Rasul SAW dalam Hadis dari Ibn Umar riwayat Bukhari, disebutkan sebagai berikut:
ﻠﻡ ﻴﻜﻥ ﺭﺴﻭﻝ ﺍﷲ ﺼﻠﻰﺍﷲﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺴﻠﻡ ﻔﺎﺤﺸﺎ ﻭ ﻻﻤﺘﻓﺤﺸﺎ ﻭ ﻜﺎﻥ ﻴﻗﻭﻝ ﺇﻥ ﻤﻥ ﺨﻴﺎﺭ ﻜﻡ ﺃﺤﺴﻨﻜﻡ ﺃﺨﻼﻘﺎ
“Rasulullah bukan termasuk orang yang melampaui batas dan berkata kotor dan bahkan beliau bersabda: sebaik-baik kamu adalah sebaik akhlakmu”.

D. Pengertian Ilmu Hadis
Prof. Dr. T. M. Hasbi Ash-Shiddieqy menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Ilmu Hadis adalah ilmu yang berpautan dengan hadis.
Dari segi bahasa ilmu hadits terdiri dari dua kata yaitu ilmu dan hadits. Secara sederhana ilmu berarti pengetahuan dan hadits yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. baik dari perkataan, perbuatan atau persetujuan.
Pengertian ilmu hadits menurut ulama mutaqaddimin adalah ilmu pengetahuan yang membicarakan tentang cara-cara persambungan hadits sampai kepada Rasulullah SAW. Dari segi hal ikhwal para perawinya, kedabitan, keadilan, dan dari bersambung tidaknya sanad, dan sebagainya.
Adapun definisi yang lebih ringkas adalah kaidah-kaidah yang mengetahui keadaan perawi dan yang diriwayatkannya.
Pada perkembangan selanjutnya, oleh ulama muta’akhirin ilmu hadits ini dipecah menjadi dua, yaitu ilmu hadits riwayah dan ilmu hadits dirayah.
a. Ilmu Hadits Riwayah
Menurut bahasa riwayah berasal dari kata rawa-yarwi-riwayatan yang berarti an-naql yaitu memindahkan, adz-dzikr yaitu penyebutan dan al-fatl yaitu permintaan
Yang dimaksud ilmu hadits riwayah adalah “ ilmu pengetahuan yang mempelajari hadits-hadits yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW , baik perkataan, perbuatan, taqrir, tabi’at, maupun tingkah lakunya”.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa materi pembahasan ilmu hadis riwayah ini adalah perkataan, perbuatan, penetapan, dan sifat-sifat Rasulullah saw. Yang disampaikan dengan periwayatan yang tepat.
Adapun faedah mempelajari ilmu hadits riwayah adalah untuk menghindari adanya penukilan yang salah dari sumbernya yang pertama, yaitu Nabi Muhammad SAW.

b. Ilmu Hadits Dirayah
Menurut bahasa, berasal dari kata dara-yadri-daryan-dirayatan/dirayah yaitu pengetahuan. Menurut At-Tirmidzi, ilmu hadits dirayah yaitu undang-undang atau kaidah-kaidah untuk mengetahui keadaan sand dan matan, cara menerima dan meriwayatkan, sifat-sifat perawi dan lain-lain.
Perbedaan Antara Ilmu Hadis Riwayah dan Dirayah
1. Dari segi objek pembahasan
• Ilmu Hadis Riwayah: Segala perkataan, perbuatan, dan persetujuan Nabi
• Ilmu Hadis Dirayah : Hakikat, sifat-sifat, dan kaidah-kaidah dalam periwayatan
2. Dari segi pendiri
• Ilmu Hadis Riwayah : Muhammad bin Syihab Az-Zuhri (w. 124H)
• Ilmu Hadis Dirayah : Abu Muhammad Al-Hasan bin Abdurrahman bin Khalad Ar-Ramahurmuzi (w. 360H)
3. Dari segi tujuan
• Ilmu Hadis Riwayah : Memelihara Syariah Islam dan otentisitas sunnah
• Ilmu Hadis Dirayah : Meneliti hadis berdasarkan kaidah-kaidah atau persyaratan dalam periwayatan
4. Dari segi faedah
• Ilmu Hadis Riwayah : Menjauhi kesalahan dalam periwayatan
• Ilmu Hadis Dirayah : Mengetahui periwayatan yang maqbul dan yang mardud
E. Istilah-Istilah dalam Ilmu Hadis
1. Pengertian Istilah
Kata istilah dalam bahasa Arab berarti persesuaian paham dan tidak adanya perselisihan.

2. Istilah-istilah dalam periwayatan
a. Sanad
Sanad adalah sesuatu yang dijadikan sandaran, pegangan, dan pedoman. Sanad ini sangat penting dalam hadis, karena hadis itu terdiri dari dua unsur yang secara integral tidak dapat dipisahkan satu dengan lain, yakni matan dan sanad.
b. Matan
Matan menurut bahasa berarti keras, kuat, sesuatu yang nampak dan yang asli. Menurut para ulama, matan yaitu materi atau isi berita hadis itu sendiri yang datang dari Nabi SAW. Matan ini sangat penting, karena yang menjadi topik kajian dan kandungan syariat Islam untuk dijadikan petunjuk dalam beragama.
c. Mukharrij atau perawi hadis
Kata mukharrij, berasal dari kata takhrij atau istikhraj dan ikhraj yang dalam bahasa diartikan; menampakkan dan mengeluarkan. Kata perawi berasal dari kata riwayah yang artinya memindahkan dan menukilkan. Yakni memindahkan suatu berita dari seseorang kepada orang lain. Sebenarnya antara sanad dan para perawi merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan karena sanad hadis pada setiap generasi terdiri dari para perawi.

F. Manfaat Mempelajari Ilmu Hadis
a. Mengetahui istilah-istilah yang disepakati para ulama hadis dalam penelitian hadis.
b. Mengetahui kaidah-kaidah yang disepakati para ulama dalam menilai, menyaring, dan mengklasifikasikan ke dalam beberapa macam baik dari segi kuantitas maupun kualitas sanad dan matan hadis, sehingga dapat menyimpulkan mana hadis yang diterima dan mana hadis yang ditolak.
c. Mengetahui usaha-usaha dan jerih payah yang ditempuh para ulama dalam menerima dan menyampaikan periwayatan hadis, kemudian menghimpun dan mengkondifikasikannya ke dalam berbagai kitab hadis.
d. Mengenal tokoh-tokoh ilmu hadis baik Dirayah maupun Riwayah.
e. Mengetahui hadis yang shahih, hasan, dha’if, muttashil, mursal, munqhathi, mu’dhal, maqlub, mansyhur, gharib, aziz, mutawatir,dll.



















BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hadis merupakan sesuatu yang datang dari Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan,perbuatan dan persetujuan. Sedangkan ilmu hadis adalah ilmu yang membahas segala hal yang berkaitan dengan hadis. Ilmu hadis penting untuk dipelajari bagi setiap umat islam terutama bagi yang ingin mempelajari ilmu agama secara mendalam sehingga tidak goyah dalam menghadapi goyangan iman yang meragukan otentisitas hadis.
B. Saran
Didalam uraian makalah ini kami hanya membahas masalah hadis secara umum dan tidak secara mendetail. Maka dari itu disarankan kepada pembaca untuk membaca buku-buku yang berkenaan dengan hadis.












DAFTAR PUSTAKA
Gazali,M.2002.Ulumul Hadits.Banjarmasin:COMBES Kalimantan.
Ismail,M.Suhudi.1998.Pengantar Ilmu Hadis.Bandung:Angkasa.
Karim,Abdullah.2005.Membahas Ilmu-Ilmu Hadis.Banjarmasin:COMBES Kalimantan.
Khon,Abdul Majid.2009.Ulumul Hadis.Jakarta:Amzah.
Suparta,Munzier.1993.Ilmu Hadis.Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada.
Suparta,Munzier.2002.Ilmu Hadis.Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada.