BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Guru sebagai ujung tombak tenaga kependidikan. Tugas seorang guru tidak hanya mengajar saja melainkan juga mendidik. Guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran agar peserta didiknya dapat menguasai materi pelajaran
Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. Kepribadian itulah yang akan menetukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya,
Seorang guru yang baik harus memiliki pribadi yang cerdas, berwibawa, mantap, dan istiqomah sebagai modal utamanya, selain itu ia juga harus bersikap santun kepada semua orang, jujur, taat beribadah, arif bijaksana, dan sebagainya yang pada intinya ia harus menjadi teladan yang tidak hanya bagi siswa-siswinya tapi juga bagi masyarakat disekitarnya, karena dalam pandangan masyarakat seorang guru adalah seseorang yang berpendidikan.
Guru sebagai seseorang yang bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. Seorang guru harus dapat menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat-istiadat, daerah asal, dan gender. Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional Indonesia yang beragam.
B. RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini saya akan membahas mengenai:
1. Apa yang diamaksud dengan cerdas, berwibawa, mantap, dan istiqomah?
2. Bagaimana guru sebagai pribadi yang cerdas?
3. Bagaimana guru sebagai pribadi yang berwibawa?
4. Bagaimana guru sebagai pribadi yang mantap?
5. Bagaimana guru sebagai pribadi yang istiqomah?
C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui pribadi yang cerdas, berwibawa, mantap, dan istiqomah sebagai modal utama seorang guru itu bagaimana sehingga tercapai keberhasilan belajar anak.
BAB II
PEMBAHASAN
Setiap guru mempunyai pribadi masing-masing sesuai ciri-ciri pribadi yang mereka miliki. Ciri-ciri inilah yang membedakan seorang guru dari lainnya.kepribadian sebenarnya adalah suatu malah yang abstark, hanya dapat dilihat lewat penampilan, tindakan, ucapan, cara berpakaian, hingga dalam menghadapi semua persoalan. Prof. Dr. Zakiyah Dradjat (1980) mengatakan bahaa kepribadian yang sesungguhnya adalah abstrak (ma’nawi), sukar dilihat atau diketahui secara nyata, yang dapat diketahui adalah penampilan atau bekasnya dalam segala segidan aspek kehidupan. Misalnya dalam tindakannya, ucapan, cara bergaul, berpakaian, hingga dalam menghadapi semua persoalan atau masalah, baik yang ringan maupun yang berat.[1]
Guru harus mempunyai sifat-sifat yang disenangi oleh para peserta didiknya, oleh orang tua, dan oleh masyarakat. Oleh sebab itu seorang guru wajib berusaha memupuk sifat-sifat pribadinya sendiri (intern) dan mengembangkan sifat-sifat yang disenangi oleh orang lain (ekstern).[2] Karena tuntutan tugas maka setiap guru harus memiliki kepribadian yang baik. Kepribadian yang baik tersebut merupakan modal utama bagi seorang guru agar menjadi pengajar yang handal. Modal utama bagi seorang guru diantaranya yaitu:
A. Pribadi yang Cerdas
Sebagai seorang guru, kita harus memiliki sifat pribadi yang cerdas. Guru selaku pendidik dituntut profesional, terampil dan cerdas. Guru tidak hanya harus menguasai mata pelajarannya tapi juga harus menguasai pengetahuan yang luas selain mata pelajarannya.
Pelaksanaan peran seorang pendidik menuntut pribadi yang cerdas yakni diantaranya:
· cerdas membawa suasana kelas agar selalu stabil,
· cerdas membina anak didiknya,
· cerdas dalam mengambil sikap dalam suatu masalah,
· cerdas bermasyarakat (bersosialisasi),
· cerdas mengajarkan sesuatu yang belum tentu peserta didiknya tersebut tidak lebih ahli dari pada dia sendiri,
· cerdas memilih dan menggunakan alat peraga pendidikan,
· cerdas dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar,
· Cerdas melakukan penilaian hasil belajar murid, dll.
Guru akan mampu mendidik dan mengajar apabila dia cerdas mengatur kestabilan emosinya, memiliki rasa tanggung jawab yang besar untuk memajukan anak didiknya, bersikap realistis, jujur, serta bersikap terbuka dan peka terhadap perkembangan, terutama cerdas terhadap inovasi pendidikan.
B. Pribadi yang Berwibawa
Berwibawa mengandung makna bahwa seorang guru harus:
a) Memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik
Artinya, guru harus selalu berusaha memilih dan melakukan perbuatan yang positif agar dapat mengangkat citra baik dan kewibawaannya, terutama di depan murid-muridnya. Disamping itu guru juga harus mengimplementasikan nilai-nilai tinggi terutama yang diambilkan dari ajaran agama, misalnya jujur dalam perbuatan dan perkataan, tidak munafik. Sekali saja guru didapati berbohong, apalagi langsung kepada muridnya, niscaya hal tersebut akan menghancurkan nama baik dan kewibawaan sang guru, yang pada gilirannya akan berakibat fatal dalam melanjutkan tugas proses belajar mengajar.[3]
Artinya, guru harus selalu berusaha memilih dan melakukan perbuatan yang positif agar dapat mengangkat citra baik dan kewibawaannya, terutama di depan murid-muridnya. Disamping itu guru juga harus mengimplementasikan nilai-nilai tinggi terutama yang diambilkan dari ajaran agama, misalnya jujur dalam perbuatan dan perkataan, tidak munafik. Sekali saja guru didapati berbohong, apalagi langsung kepada muridnya, niscaya hal tersebut akan menghancurkan nama baik dan kewibawaan sang guru, yang pada gilirannya akan berakibat fatal dalam melanjutkan tugas proses belajar mengajar.[3]
b) Memiliki perilaku yang disegani tidak hanya di lingkungan sekolah tapi juag di lingkungan masyarakat. Disegani bukan berarti di takuti, melainkan dihormati. Bagaimana seorang guru dapat disegani oleh orang lain yaitu dengan perilaku yang sopan dan menghormati orang lain sebagai sesama manusia dengan tanpa membedakan satu sama lain.
c) Memiliki figur sebagai seorang pemimpin (guidance worker) yang mampu memanajemen kelas, mengatur disiplin kelas secara demokratis, mengkoordinasi kegiatan agar terciptanya lingkungan belajar yang serasi, menyenangkan, dan merangsang dorongan belajar para anggota kelas.
C. Pribadi yang Mantap
Dalam hal ini untuk menjadi seseorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap. Ini penting karena banyak masalah pendidikan yang disebabkan oleh faktor kepribadian guru yang kurang mantap. Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya, sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan “ditiru” (di contoh sikap dan perilakunya).[4] Oleh sebab itu, sebagai seorang guru, seharusnya kita:
a) Bertindak sesuai dengan norma hukum.
b) Bertindak sesuai dengan norma sosial.
c) Bangga sebagai guru.
d) Memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
Sebagai teladan, guru harus memiliki kepribadian yang dapat dijadikan profil dan idola, seluruh kehidupannyaadalah figur yang paripurna. Itulah kesan terhadap guru sebagai seorang sosok yang ideal. Guru adalah mitra anak didiknya dalam kebaikan. Karena kemuliaan guru, berbagai gelar pun disandangnya. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan ilmu, pahlawan pendidikan, makhluk serba bisa, dll.
Dalam kaitannya, Zakiah Darajat dalam Syah (2000:225-226) menegaskan bahwa kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yangv baik bagi anak didiknya, ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah).[5]
D. Pribadi yang Istiqamah
Kata-kata lain istiqomah merupakan sikap dedikasi dalam melakukan sesuatu pekerjaan, perjuangan menegakkan kebenaran, tanpa rasa kecewa, lemah semangat atau putus asa. Sikap ini menjadi begitu rupa karena dorongan hati yang istiqamah. Seorang guru baik sebagai pendidik, pembimbing, maupun yang lainnya, dia haruslah miliki sifat pribadi yang istiqomah. Kenapa?, karena tanpa pendirian yang teguh takkan mampu seorang guru berhasil menjadi pengajar, pendidik, pembimbing yang handal.
Guru dengan kemuliaannya, dalam menjalankan tugas, tidak mengenal lelah. Hujan dan panas bukan rintangan bagi guru yang istiqomah dan berdedikasi penuh untuk selalu hadir di sekolah. Anak didik berusaha mencapai cita-citanya dan guru dengan ikhlas mengantarkan dan membimbing anak didik kepintu gerbang cita-citanya. Itulah barangkali sikap guru yang tepat sebagai sosok pribadi yang mulia.[6]
Guru harus berakhlakul karimah, karena guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik, bahkan bagi para orang tua. Dengan berakhlak mulia, dalam keadaan bagaimanapun guru harus memiliki rasa percaya diri, istiqomah dan tidak tergoyahkan. Kompetensi kepribadian guru yang dilandasi dengan akhlak mulia tentu saja tidak tumbuh dengan sendirinya, tetapi memerlukan ijtihad, yakni usaha sungguh – sungguh, kerja keras, tanpa mengenal lelah dan dengan niat ibadah tentunya. Dalam hal ini, guru harus merapatkan kembali barisannya, meluruskan niatnya, bahkan menjadi guru bukan semata – mata untuk kepentingan duniawi. Memperbaiki ikhtiar terutama berkaitan dengan kompetensi pribadinya, dengan tetap bertawakkal kepada Allah. Melalui guru yang demikianlah, kita berharap pendidikan menjadi ajang pembentukan karakter bangsa.[7]
BAB III
PENUTUP
- SIMPULAN
Dari pembahasan diatas, penulis menyimpulkan bahwa guru yang ideal adalah guru yang memiliki atau memenuhi karakter yang telah dibahas dalam kepribadian guru diatas, dan apabila guru tersebut memenuhi apa yang telah dibahas, maka guru tersebut akan bisa mengendalikan atau menjadikan suasana kelas yang harmonis antara guru dan peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Bahri Djamarah, Syaiful. 2010. Guru & Anak Didik. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Cet ketiga
Departemen Agama. 2005. Wawasan Tugas Guru dan Tenaga Pendidikan. Jakarta : Direktorat Jenderal kelembagaan Agama Islam.
Hamalik, Oemar. 2006. Pendidikan Guru. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Cet keempat
http://haripambudi.blogspot.com/2009/09/kompetensi-guru.html
http://jazzyla.wordpress.com/2010/04/15/kompetensi-guru/
http://kimia.upi.edu/isiberita.php?kode=15%20May%202007,%20Pukul%2011:31:42
http://rasto.wordpress.com/2008/01/31/kompetensi-guru/
http://rudien87.wordpress.com/2010/03/20/kompetensi-kepribadian/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar