Rabu, 15 Juni 2011

5 cara menjadi guru yang kreative


1) Guru menciptakan susasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional dan intelektual
Terkadang siswa punya banyak pertanyaan dibenaknya, tetapi ada semacam perasaan malu dan takut, dikira bodoh jika melontarkan pertanyaan. Sebagai guru, kerja keras kita salah satunya adalah menciptakan kelas yang memberikan keamanan secara emosional bagi siswa. Memang agar menjadi siswa yang percaya diri mereka perlu mengambil resiko, tetapi di lingkungan yang tidak mendukung kenyamanan secara emosional, siswa akan berpikir 1000 kali untuk mau bertanya dan berpendapat.
Anda juga bisa membuat peraturan kelas yang isinya antara lain ‘Tidak boleh merendahkan atau meremehkan pendapat orang lain’ Jangan lupa anda juga memberi contoh dahulu kepada siswa untuk mengucapkan terima kasih dan menghargai untuk setiap pertanyaan, atau pendapat dari siswa anda. Jika ini terjadi dikelas anda, dijamin kelas akan berubah menjadi kelas yang setiap individu didalamnya saling mendukung dan mudah untuk berkolaborasi dalam berpengetahuan.
Tidak hanya sampai disitu saja, kelas yang membuat guru menjadi guru kreatif semestinya juga aman secara intelektual. Siswa bisa mandiri dan mengerti dimana letak alat tulis, dikarenakan semua hal dikelas sudah disiapkan dengan rapih dan terorganisir. Siswa tahu apa yang harus dikerjakan dikarenakan instruksi penugasan yang jelas oleh guru. Tidak hanya jelas tetapi juga menantang dengan demikian siswa bisa mengekpresikan kemampuannya dalam mengerjakan tugas yang guru berikan.
2) Guru mengukur dengan hati, seberapa besar keterlibatan (engagement) siswa dalam tugas yang ia berikan.
Saya jadi ingat sebuah pertanyaan yang bersifat reflektif mengenai cara kita mengajar dan membelajarkan siswa. Pertanyaan nya begini “Jika saya adalah murid saya sekarang, seberapa senang saya diajar oleh guru seperti saya?”
Seorang guru yang ahli mampu menciptakan suasana kelas yang aktif dalam pembelajaran di kelas yang diajarnya dalam presentasi keterlibatan yang penuh alias 100 persen. Artinya, misalkan seorang guru mengajar selama 40 menit, maka selama 40 menit itu pulalah, siswa belajar dengan aktif dan terlibat penuh dalam pembelajaran.
Tentu tidak dalam semalam semua guru bisa 100 persen menciptakan kelas yang aktif. Namun membutuhkan latihan dan latihan. Tetapi jalan kesana akan lebih cepat apabila kita mau jujur bertanya pada diri sendiri “Seberapa besar siswa aktif atau terlibat penuh dalam pembelajaran yang saya lakukan?”.
3) 5 menit terakhir yang menentukan
Jadikan 5 menit terakhir pembelajaran anda untuk merangkum, berbagi atau berefleksi mengenai hal yang siswa sudah lakukan selama pembelajaran.
Bagilah menjadi dua pertanyaan besar, misalnya bagian mana yang paling berat dilakukan dan susah dimengerti. Pertanyaan selanjutnya, pengetahuan baru apa yang kamu dapatkan hari ini? Dengan demikian membuat siswa berdialog dengan dirinya sendiri mengenai proses belajar yang telah dilakukannya.
4) Guru menciptakan budaya menjelaskan, bukan budaya asal menjawab dengan betul.
Ciri-ciri sebuah pertanyaan yang baik adalah pertanyaannya hanya satu tetapi mempunyai jawaban yang banyak. Bandingkan dengan jenis pertanyaan yang hanya mempunyai satu jawaban. Hal yang terjadi siswa akan berlomba menjawab dengan benar dengan segala cara. Termasuk mencontek misalnya.
Sebagai guru budayakan pola perdebatan atau percakapan akademis di kelas kita. Saat mendengarkan rekan mereka berbicara dan berargumen, mereka akan belajar memilih dan membandingkan pendekatan atau cara yang orang lain lakukan untuk menjawab sebuah masalah yang guru berikan.
Sebagai guru saat memberikan soal berikanlah siswa beberapa peluang kemungkinan dalam menjawab sebuah soal. Misalnya soal yang bapak berikan ini punya tiga alternatif, bisa kah kamu menemukan ketiga-tiganya?
5) Guru mengajarkan kesadaran siswa dalam memandang sebuah pengetahuan.
Saat mengajarkan siswa, dikarenakan keterbatasan kita, terkadang kita sudah membuat mereka menebak atau mengarang-ngarang sebuah jawaban demi mendapatkan hasil yang benar. Hal ini siswa lakukan secara sadar atau tidak sadar. Untuk itu mari kita letakkan gambar dibawah ini disamping soal yang kita berikan kepada siswa di kertas soal.

contoh soal uji hipotesis


Uji Hipotesis
No.8 hal 365
Menurut Dietary Goals for the United States (1977) pemakaian natrium yang tinggi mungkin menyebabkan bisul, kanker perut dan sakit migrain. Kebutuhan manusia akan garam hanyalah 200 mg perhari, yang umumnya yang umumnya telah dilampaui sekali sarapan sereal kemasan (sejenis sarapan dari gandum/ beras) bila sampel acak 20 sereal merk special K mengandung rataan kadar natrium 244 mg dengan simpangan baku 24,5 mg, apakah ini medukung pernyataa pada taraf keberartian 0,05 bahwa rata-rata kadar natrium pada satu kemasan special K melebihi 220 mg? anggap distribusi kadar natrium normal.
Penyelesaian :
Diketahui,
Sampel acak (n) = 20 sereal merk K
Rataan Kadar (x) = 244 mg
Simpangan baku = 24,5 mg
Rata-rata kadar (µ) > 220 mg
α= 0,05
Jawab
1. .µ = 220 mg
2. .µ > 220 mg
3. α = 0,05
4. daerah kritis Z > 1,645  tidak beralasan
5. Z =  =  =  =  = 4,38
6. Keputusan Tolak  dan simpulkan bahwa rata-rata kadar natrium pada satu kemasan spesial K melebihi 220 mg.
8. Suatu perusahaan listrik yang membuat bola lampu yang panjang umurnya ebrdistribusi hampir normal dengan simpangan baku 40 jam. Bila sampel 30 bola lampu berumur rata-rata 780 jam, hitunglah selang kepercayaan 96% untuk rataan populasi bola lampu yang dihasilkan perusahaan tersebut . berapa besarkah sampel diperlukan bila diinginkan kepercayaan 96% agar rataan sampel paling banyak meleset 10 jam dari rataan sesungguhnya?
Penyelesaian
Diketahui :
 a = 40 jam
n = 30 bola
x = 780 jam
selang kepercayaan = 96%
Jawab
α=0 (1-α)100%=96%
1-α=  = 0,96
-α =0,96-1
α= 0,04
 = 0,02  2,06
x- <  < x +
780 – 2,06. <  < 780 +(2,06)
780 –  <  < 780 +
780 – 15 <  < 780 + 15  765 <  < 795
n =
No. 6 Halaman 292
Dalam suatu penelitian yang dilakukan di Virginia Polytechnic institute and state University pada 1983 mengenai perkembangan ectomycorrhizal, hubungan simbiosis antara akar pohon dan cendawan yang memindahkan mineral dari cendawan. Untuk itu 20 bibit oak merah dengan cendawan pisolithus tinctorus ditanam dalam rumah kaca, semua bibit ditanam dalam tanah yang sama dan memdapat jumlah sinar matahari dan air yang sama. Setengahnya sama sekali tidak mendapat nitrogen waktu menanam yang bertindak sebagai kontrol dan setengah lainnya mendapat 368 ppm nitrogen dalam bentuk NaNO3, berat batang dalam gr, pada hari ke 140 tercatat sbb:
No
Tanpa Nitrogen
Nitrogen
di
1.
0,32
0,26
-0,06
2.
0,53
0,43
-0,1
3.
0,28
0,47
0,19
4.
0,37
0,49
0,12
5.
0,47
0,52
0,05
6.
0,43
0,75
0,36
7.
0,36
0,79
0,43
8.
0,42
0,86
0,44
9.
0,38
0,62
0,24
10.
0,43
0,46
0,03
Buatlah selang kepercayaan 95% untuk selisih rataan berat batang antara bibit yang tidak mendapat nitrogen dan yang mendapat 368 ppm nitrogen. Anggap populasinya berdistribusi normal dengan variasi yang sama.
Penyelesaian
Taksiran titik d = 1,7
Simpangan baku , dari selisih sampel adalah
(1-100% = 95%
Derajat kebebasan => V = n-1 =9
Jadi selang kepercayaan 95% adalah
1,58 <
Kesimpulannya ialah bahwa berat batang antara bibit yang tidak mendapat  nitrogen lebih besar dibanding ditambah nitrogen.

analisis materi SMP/MTs(aritmatika sosial)


ANALISIS MATERI
KELOMPOK                        : I                                                                                            NAMA : LIA MUNAWARAH
NAMA SEKOLAH              : SMP/MTs
MATA PELAJARAN          : MATEMATIKA
KELAS                                  : VIII
SEMESTER                          : I
ASPEK
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
BUTIR-BUTIR MATERI
INDIKATOR

3        menggunakan bentuk aljabar persamaaan dan pertidaksamaan linear satu variabel dan perbandingan dalam pemecahan masalah.
3.3  menggunakan konsep aljabar dalam pemecahan masalah aritmatika sosial yang sederhana
 Aritmatika sosial
  • Untung dan rugi
  • Rabat
  • Netto,tara, dan bruto
  • Bunga bank (bunga tunggal)
  • pajak

  1. siswa dapat menentukan laba, jika harga penjualan dan pembelian diketahui
  2.  siswa dapat menentukan rugi, jika harga penjualan dan pembelian diketahui
  3. siswa dapat menghitung persentase laba atau rugi dari sebuah soal yang diketahui
  4. siswa dapat menentukan rabat dari sebuah soal yang diketahui
  5. siswa dapat menentukan netto dari sebuah soal yang diketahui
  6. siswa dapat menentukan bruto dari sebuah soal yang diketahui
  7. siswa dapat menentukan tara dari sebuah soal yang diketahui
  8. siswa dapat menghitung bunga tunggal dari sebuah tabungan yang diketahui
  9. siswa dapat menghitung pajak dari sebuah penghasilan yang diketahui