Jumat, 10 Mei 2013

ruang lingkup administrasi (administrasi sarana dan prasaran, administrasi keuangan dan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat)


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Administrasi pendidikan seringkali diistilahkan dengan administrasi sekolah. Disebutkan bahwa administrasi sekolah maksudnya administrasi pendidikan mencakup pengaturan, proses belajar-mengajar, kesiswaan, personalia, peralatan mengajar, gedung dan perlengkapan, keuangan serta humas atau hubungan dengan masyarakat. Itu semua merupakan cakupan dari administrasi pendidikan/administrasi sekolah. Sebagaimana yang telah disebutkan di atas bahwa ruang lingkup administrasi pendidikan itu meliputi segala hal yang pada dasarnya ditekankan pada pelaksanaan kegiatan/usaha pendidikan supaya berjalan secara teratur dan tertib yang semua itu diorientasikann pada tujuan pendidikan .

B.  Rumusan masalah
1.    Apa pengertian dari sarana dan prasarana pendidikan?
2.    Bagaimanakah macam-macam sarana dan prasarana pendidikan?
3.     Apa saja komponen sarana dan  prasarana pendidikan?
4.    Apa saja fasilitas dan benda-benda pendidikan?
5.    Apa saja kegiatan administrasi sarana dan prasarana?
6.    Bagaimanakah hubungan antara sarana dan prasarana dengan program pengajaran?
7.    Bagaimanakah fungsi administrasi sarana dan prasarana?
8.    Apakah tujuan administrasi sarana dan prasarana?
9.    Apa pengertian dari Administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat?
10.  Apa tujuan Hubungan Sekolah dan Masyarakat
11.  Apa fungsi, tujuan, manfaat dan bentuk-bentuk operasional dari hubungan sekolah dengan masyarakat?
12.  Apa sifat hubungan sekolah dengan masyarakat?
13.  Apa pengertian dari administrasi keuangan sekolah?
14.  Apa tujuan dari administrasi keuangan sekolah?
15.  Apa asas-asas dalam anggaran?
16.  Apa prinsip-prinsip dari administrasi keuangan?
17.  Apa kandungan penting administrasi keuangan sekolah?
18.  Hal-hal apa yang berpengaruh terhadap pembiayaan pendidikan?
19.  Darimana sumber biaya pendidikan?


























BAB II
PEMBAHASAN
A.  Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan

1.    Pengertian
Secara etimologis (arti kata) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan. Dalam pendidikan misalnya: lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, uang dan sebagainya. Sedangkan sarana seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. Misalnya: ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya.[1]
Administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu terhadap benda-benda pendidikan, agar senantiasa siap-pakai (ready for use) dalam proses balajar mengajar (PBM) sehingga PBM semakin efektif dan efisien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Proses belajar mengajar (PBM) atau kegiatan belajar mengajar (KBM) akan semakin sukses bila ditunjang dengan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, sehingga pemerintah pun selalu berupaya untuk secara terus-menerus melengkapi sarana dan prasarana pendidikan seluruh jenjang dan tingkat pendidikan, sehingga kekayaan fisik negara yang berupa sarana dan prasarana pendidikan telah menjadi sangat besar.[2]
Dengan demikian dapat di tarik suatau kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan prasarana pendidikan itu adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri.
2.    Macam – Macam Sarana dan Prasarana
Adapun macam-macam sarana dan prasarana yang di perlukan di sekolah demi kelancaran dan keberhasilan kegiatan proses pendidikan sekolah adalah :
a)    Ruang kelas: tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.
b)   Ruang perpustakaan: tempat koleksi berbagai jenis bacaan bagi siswa dan dari sinilah siswa dapat menambah pengetahuan.
c)    Ruang laboratorium ( tempat praktek) : tempat siswa mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan media yang ada untuk memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan .
d)   Ruang keterampilan adalah tempat siswa melaksanakan latihan mengenai keterampilan tertentu.
e)    Ruang kesenian: adalah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan seni.
f)    Fasilitas olah raga: tempat berlangsungnya latihan-latihan olahraga.[3]

3.    Komponen-Komponen Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
Sebagai bahan pertimbangan dalam peningkatan sarana dan prasarana sekolah/madrasah yang perlu diperhatikan komponen-komponen administrasi sarana dan prasarana pendidikan, yaitu:
a)      Lahan, misalnya apakah luasnya sesuai dengan rasio murid, dekat dengan pemukiman, dan sebagainya.
b)      Bangunan, misalnya kesesuaian bangunan dengan rasio murid.
c)      Tingkat keamanan lokasi lahan dan bangunan.
d)     Prasarana minimal yang harus dimiliki (kondisi prasarana dan kesesuaian dengan rasio siswa).
e)      Kondisi sarana (jenis, rasio, dan diskripsinya).[4]
4.    Fasilitas dan benda-benda pendidikan
Fasilitas dan benda-benda pendidikan dapat ditinjau dari fungsi, jenis, atau sifatnya.yaitu:
a)      Ditinjau dari fungsinya
Ditinjau dari fungsinya, prasarana pendidikan berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan), yang termasuk dalam prasarana pendidikan adalah tanah, halaman, gedung/bangunan sekolah, dsb.
Sedangkan sarana pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap PBM, seperti alat pelajaran, alat peraga, alat praktek dan media pendidikan.
b)      Ditinjau dari jenisnya
 Ditinjau dari jenisnya, fasilitas pendidikan dapat dibedakan menjadi fasilitas fisik, dan fasilitas nonfisik.
Fasilitas fisik atau fasilitas material yaitu segala sesuatu yang berwujud benda mati atau dibedakan yang mempunyai peran untuk memudahkan atau melancarkan sesuatu usaha, seperti komputer, alat peraga, media, dan sebagainya.
Fasilitas nonfisik yakni sesuatu yang bukan benda mati, atau kurang dapat disebut benda atau dibendakan, yang mempunyai peranan untuk memudahkan atau melancarkan sesuatu usaha, seperti manusia, jasa, uang
c)      Ditinjau dari sifat barangnya
Ditinjau dari sifat barangnya, benda-benda pendidikan dapat dibedakan menjadi barang bergerak dan barang tidak bergerak, yang kesemuanya  dapat mendukung pelaksanaan tugas.



5.    Kegiatan Administrasi Sarana dan Prasarana
Secara kronologis operasional kegiatan administrasi sarana dan prasarana pendidikan meliputi:
a)      Perencanaan pengadaan barang.
b)      Pengadaan barang.
c)      Penyimpanan, inventarisasi, penyaluran.
d)     Pemeliharaan, rehabilitasi.
e)      Penghapusan dan penyingkiran.
f)       Pengendalian.[5]

6.    Hubungan Antara Sarana dan Prasarana dengan Program Pengajaran
Jenis peralatan dan perlengkapan yang di sediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap proses belajar mengajar.
Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar mengajar , demikian pula administrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut, sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah penyediaan sarana di sekolah di sesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa mendatang.

7.    Fungsi Administrasi Sarana dan Prasarana
Selain memberi makna penting bagi terciptanya dan terpeliharanya kondisi sekolah yang optimal administrasi sarana dan prasarana sekolah juga berfungsi sebagai:
a)    Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang di perlukan dalam proses belajar mengajar.
b)   Memelihara agar tugas-tugas murid yang di berikan oleh guru dapat terlaksana dengan lancar dan optimal.

8.    Tujuan Administrasi Sarana dan Prasarana
Adapun tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu adalah :
a)    Mewujudkan situasi dan kondisi sekolah yang baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar ,yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
b)    Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi dalam pembelajaran.
c)    Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam proses pembelajaran.
d)   Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat- sifat individunya.[6]

B.       Administrasi Keuangan Sekolah
1.         Pengertian
Keuangan adalah semua hak yaitu hak milik organisasi, lembaga atau instansi yang dapat dinilai dengan uang, termasuk didalamnya adalah segala sesuatu yang berupa uang atau barang yang dapat dinilai dengan uang dan dapat dijadikan milik organisasi yang karena hak atau kewajiban menjadi organisasi.[7]
Administrasi keuangan sekolah/pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan/diusahakan secara sengaja dan sungguh-sungguh, serta pembinaan secara kontinu terhadap biaya operasional sekolah/pendidikan, sehingga kegiatan operasional pendidikan semakin efektif dan efisien, demi menbantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.[8]
 Administasi keuangan sekolah adalah suatu usaha dan kegiatan pengaturan uang yang meliputi kegiatan perencanaan, sumber keuangan, pengalokasian, penganggaran, pemanfaatan dana, pembukuan, penyimpanan, pemeriksaan dan pengawasan, pertanggungjawaban dan pelaporan uang yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan disekolah.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi keuangan sekolah adalah usaha bersama untuk pengaturan keuangan sekolah guna mencapai tujuan pendidikan disekolah secara optimal.

2.         Tujuan Administrasi Keuangan Sekolah
Tujuan administrasi keuangan sekolah adalah untuk mewujudkan :
a)        Penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan secara efisien.
b)        Terjaminnya kelangsungan hidup dan perkembangan sekolah.
c)        Tercegahnya kekeliruan, kebocoran atau penyimpangan  penggunaan dana.
d)       Terjaminnya akuntabilitas perkembangan sekolah.

3.      Asas-Asas Dalam Anggaran
Adapun asas yang digunakan dalam anggaran, yaitu :
1.      Asas Plafond
Artinya bahwa Anggaran Belanja  yang boleh diminta tidak dapat melebihi jumlah tertinggi yang telah ditentukan.
2.      Asas Pengeluaran berdasarkan Anggaran
Artinya bahwa pengeluaran pembelanjaan harus didasarkan atas anggaran yang telah ditetapkan.
3.      Asas Tidak Langsung
Yaitu suatu ketentuan bahwa setiap penerimaan uang tidak boleh digunakan secara langsung untuk suatu keperluan pengeluaran.

4.    Prinsip-Prinsip Administrasi Keuangan
Prinsip-prinsip administrasi keuangan diantaranya sebagai berikut :
a)        Efisien
b)        Efektif
c)        Terbuka dan Bersaing
d)       Transparan
e)        Adil
f)         Akuntabel

5.        Kandungan Penting Administrasi Keuangan Sekolah
Kandungan penting dalam administrasi keuagan sekolah diantaranya sebagai berikut :
a)      Perencanaan
b)       Pelaksanaan
c)      Auditing (Pemeriksaan)
d)      Laporan Pertangungjawaban

6.    Hal-Hal Yang Berpengaruh Terhadap Pembiayaan Pendidikan
Pembiayaan pendidikan tidak pernah tetap, tapi selalu berkembang dari tahun ke tahun. Secara garis besar pembiayaan ini dipengaruhi oleh dua hal, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.
a)        Faktor Eksternal
Yaitu faktor-faktor  yang ada diluar sistem pendidikan, diantaranya :
1)   Kebijaksanaan Pemerintah
     Pemberian hak kepada warga negara untuk memperoleh pendidikan merupakan kepentingan suatu bangsa agar mampu mempertahankan dan mengembangkan bangsanya. Namun demikian agar tujuan itu tercapai Pemerintah memberikan fasilitas-fasilitas berupa hal-hal yang bersifat meringankan dan menunjang pendidikan, misalnya:
ü  Pemberian pembiayaan yang besar bagi pendirian gedung dan kelengakapannya.
ü  Meringankan beban siswa dalam bentuk pembebasan SPP, pengaturan pungutan, pemberian beasiswa
ü   Kenaikan gaji guru,dan sebagainya.

2)    Tuntutan akan Pendidikan
Kenaikan tuntutan akan pendidkan terjadi di mana-mana. Di dalam negeri tuntutan pendidikan ditandai oleh segi kuantitas yaitu semakin banyaknya orang yang mengingingkan pendidikan, dan segi kualitas yaitu naiknya keinginan memperoleh tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Kalau dahulu orang sudah puas dengan tingak pendidikan SD, maka kini orang belum puas kalau belum menyandang gelar. Bagi suatu bangsa kenaikan tuntutan ini juga  mempertinggi kualitas bangsa dan menaikan taraf hidup. Di luar pendidikan selalu dicari dinegara-negara yang melaksanakan sistem pendidikan yang lebih baik dan lebih bervariasi. Hal ini berarti bahwa bukan hanya terjadi aliran dari negara berkembang ke negara maju, tetapi hal yang sebaliknya mungkin juga terjadi. Banyak orang dari negara maju menuntutn ilmu di negara berkembang karena ingin mendalami hal-hal yang menarik perhatiannya.
3)      Adanya inflasi
Yang dimaksud dengan inflasi adalah keadaan menurunnya nilai mata uang suatu negara. Faktor inflasi sangat berpengaruh terhadap biaya pendidkan karena harga dan satuan biaya tentu naik mengikuti kenaikan inflasi.
b)   Faktor Eksternal
1) Tujuan Pendidikan
Contoh tujuan pendidikan berpengaruh terhadap besarnya biaya pendidikan adalah tujuan institusional suatu lembaga pendidikan. Berubahnya tujuan Pendidikan Guru ke arah penguasaan 10 kompetensi dibandingkan dengan tujuan lama mempengaruhi besarnya biaya yang harus dikeluarkan.
2) Pendekatan yang digunakan
Strategi belajar-mengajar cara lama, misalnya dengan metode ceramah dengan pengelolaan klasikal tentu lebih murah jika dibandingkan dengan metode lain dan pendekatan secara individu. 
3) Materi yang disajikan
Materi pelajaran yang menuntut dilaksanakannya praktek bengkel dan laboratorium menuntut lebih banyak biaya jika dibandingkan dengan materi pelajaran yang hanya dilaksanakan dengan penyampaian teori.
4)  Tingkat dan Jenis Pendidikan
Dua dimensi yang sangat berpengaruh terhadap biaya pendidikan adalah tingkat dan jenis pendidikan. Dengan dasar pertimbangan lamanya jam belajar, banyak  ragamnya bidang pelajaran, jenis materi yang diajarakan, banyak guru yang terlibat sekaligus kualitasnya, tuntutan terhadap kompetensi lulusannya, biaya pendidikan di SD akan jauh berbeda dengan biaya pendidikan di PT, apalagi bagi jurusan yang banyak memerlukan praktek.

7.    Sumber Biaya Pendidikan
Sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam GBHN bahwa pembangunan bangsa harus dibiayai terutama dari dana dalam negeri serta ketentuan bahwa pendidikan merupakan tanggungjawab negara, masyarakat dan orang tua, maka secara garis besar biaya pendidikan bersumber dari empat arah, yaitu:
a)    Dari pemerintah
b)   Dari Orang Tua Murid
c)    Dari Masyarakat
d)   Dari dana Bantuan atau Pinjaman Pemerintah Luar Negeri[9]

C.  Administrasi Hubungan Sekolah dan Masyarakat

1.      Pengertian
Istilah “sekolah” disini merupakan konsep yang luas, yang mencakup baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. Sedangkan istilah “masyarakat” merupakan konsep yang mengacu kepada semua individu, kelompok, lembaga, atau organisasi yang berada di luar sekolah sebagai lembaga pendidikan.
Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (HUSEMAS) merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu untuk mendapatkan simpati dari masyarakat pada umumnya serta dari publik pada khususnya, sehingga kegiatan operasional sekolah semakin efektif dan efesien, demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Pada hakikatnya sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, khususnya masyarakat publik, seperti para orang tua murid atau anggota Badan Penyelenggaraan Pendidikan (BP3). Demikian pula hasil pendidikan pelaksanaan sekolah akan menjadi harapan bahkan dambaan masyarakat, maka kegiatan-kegiatan sekolah juga harus terpadu dengan derap masyarakat. Sekolah juga menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua dan masyarakat. Tetapi orang tua hanya sebagai pembatu penyelenggara pendidikan, dan tidak berhak untuk mempengaruhi apalagi mengubah arah sasaran pendidikan.
Sekolah harus tetap merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, sehingga melalui kegiatan-kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler, sekolah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan sikap para peserta didik agar dapat mempersiapkan dirinya untuk menyongsong tugas-tugas dimasa depan, serta dapat membangun dirinya demi dapat ikut bertanggung jawab terhadap pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, baik secara individual maupun secara berkelompok.[10]

2.      Konsep-Konsep Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
Salah satu alasan perlunya dukungan masyarakat ialah karena sekolah memerlukan biaya dari masyarakat. Tugas disini ialah menumbuhkan rasa ikut memiliki (sense belonging) masyarakat terhadap sekolah.  Menurut  Ametembun ada beberapa konsep hubungan sekolah dan masyarakat, diantaranya:
a)    Konsep menunggu.
b)   Konsep preventif.
c)    Konsep tanda bahaya.
d)   Konsep pameran.
e)    Konsep prestise.
f)    Konsep partnership.
g)   Konsep social leadership.
Sementara menurut Balai Pendidikan Guru tertulis Jawa Barat, terdapat  4 jenis hubungan sekolah dan masyarakat, yakni:
a)    Sikap acuh tak acuh antara kedua belah pihak.
b)   Publisitas.
c)    Interpretasi pendidikan.
d)   Usaha bersama.[11]

3.      Fungsi, Manfaat dan Tujuan Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
Berdasarkan pengertian Husemas yang telah disebutkan sebelumnya, maka fungsi pokok dari Husemas adalah menarik simpati masyarakat pada umumnya serta publik (masyarakat terdekat dan langsung terkait) khususnya, sehingga dapat meningkatkan relasi serta animo masyarakat terhadap sekolah tersebut, yang pada akhirnya menambah “income” bagi sekolah yang bermanfaat bagi bantuan terhadap tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. 
Manfaat dari Husemas adalah menambah simpati masyarakat yang dapat meningkatkan harga diri (prestise) sekolah, serta dukungan masyarakat terhadap sekolah secara spiritual dan material/finansial.[12]
Ditinjau dari kepentingan sekolah, pengembangan penyelenggaraan hubungan sekolah dan masyarakat bertujuan untuk:
a)    Memelihara kelangsungan hidup sekolah
b)   Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang bersangkutan
c)    Memperlancar proses belajar-mengajar
d)   Memperoleh dukungan dan bantuan dari masyarakat yang diperlukan dalam pengembangan dan pelaksanaan program sekolah.
Sedangkan jika ditinjau dari kebutuhan masyarakat itu sendiri, tujuan hubungannya dengan sekolah adalah untuk:
a)    Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang mental-spritual.
b)   Memperoleh bantuan sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
c)    Memperoleh kembali anggota-anggota masyarakat yang makin menungkatkan kemampuannya.
Secara lebih konkret lagi, tujuan diselenggarakannya hubungan sekolah dan masyarakat adalah:
a)    Mengenalkan pentingnya sekolah bagi masyarakat
b)   Mendapatkan dukungan dan bantuan morel maupun finansial yang diperlukan bagi pengembangan sekolah
c)    Memberikan informasi bagi masyarakat tentang isi dan pelaksanaan program sekolah
d)   Memperkaya atau memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat
e)    Mengembangkan kerja sama yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendidik anak-anak.
Menurut Elsbree dan McNally, bermacam-macam tujuan seperti dikemukakan di atas dapat dikelompokkan menjadi tiga tujuan pokok, yaitu:
a)    Untuk mengembangkan mutu belajar dan pertumbuhan anak-anak
b)   Untuk mempertinggi tujuan-tujuan dan mutu kehidupan masyarakat
c)    Untuk mengembangkan pengertian, antusiasme masyarakat dalam membantu pendidikan yang diselenggrakan oleh pemerintah.
Namun menurut Bent dan Kronenberg, ada 3 tujuan utama Husemas yaitu:
1)   Untuk mencegah kesalahpahaman antara masyarakat terhadap sekolah (to prevent misunderstanding)
2)   Untuk memperoleh sumbangan-sumbangan finansial dan material (to secure financial support)
3)   Untuk menjalin kerja sama dalam perbuatan kebijaksanaan-kebijaksanaan (to secure cooperation in policy making)

4.      Jenis-jenis Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
Hubungan kerja sama sekolah dan masyarakat itu dapat digolongkan menjadi tiga jenis hubungan, yaitu:
a)    Hubungan edukatif
     Hubungan edukatif yang dimaksud adalah hubungan kerja sama dalam hal mendidik/murid, antara guru di sekolah dan orang tua di dalam keluarga.
b)   Hubungan Kultural
    Yang dimaksud dengan hubungan kulturul disini adalah usaha kerja sama antara sekolah dan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan kebidayaan masyarakat tempat sekolah itu berada.
c)    Hubungan institusional
    Yakni hubungan kerja sama antara sekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi-instansi resmi lain, baik swasta maupun pemerintah, seperti hubungan kerja sama antara sekolah dengan sekolah-sekolah lain, dengan kepala pemerintah setempat, jawatan penerangan, jawatan pertanian, perikanan, dan peternakan, dengan peruusahaan-perusahaan negara atau swasta, yang berkaitan dengan perbaikan dan perkembangan pendidikan pada umumnya.
5.      Jalur-jalur Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
Ada beberapa jalur yang mungkin dapat ditempuh, namun jalur yang paling menguntungkan adalah jalur yang langsung berhubungan dengan siswa dan situasi pertemuan langsung (face to face). Jalur lain yang mungkin dapat ditempuh dalam hubungan sekolah dan masyarakat adalah:
a)    Anak/murid.
b)   Surat-surat selebaran dan buletin sekolah.
c)    Media massa.
d)   Pertemuan informasi.
e)    Laporan kemajuan murid (rapor).
f)    Kontak formal.
g)   Memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia di masyarakat.
h)   Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3).[13]

6.      Bentuk-Bentuk Operasional Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat.
Bentuk-bentuk operasional dari Husemas bisa bermacam-macam tergantung pada kretivitas sekolah, kondisi dan situasi sekolah, fasilitas dan sebagainya.
-       Di bidang sarana akademik : tinggi/rendahnya prestasi lulusan, penelitian, karya ilmiah, jumlah dan tingkat keserjanaan guru-gurunya.
-       Di bidang prasarana pendidikan : gedung/ bangunan sekolah termasuk ruang-ruang belajar, ruang praktikum, ruang kantor, dll.
-       Di bidang sosial partisipasi sekolah dengan masyarakat sekitarnya, seperti kerja bakti, perayaan-perayaan hari besar nasional dan agama.
-       Kegiatan karyawisata.
-       Kegiatan olahraga dan kesenian.
-       Menyediakan fasilitas sekolah untuk kepentingan masyarakat sekitar sepanjang tidak mengganggu kelancaran PBM. 
-       Mengikutsertakan sivitas akademika sekolah dalam kegiatan-kegiatan masyarakat sekitarnya.
-       Mengikut sertakan tokoh-tokoh atau pemuka-pemuka masyarakat dalam kegaiatn kurikuler dan ekstra kurikuler sekolah.

7.      Sifat-sifat Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Adapun sifat hubungan sekolah dengan masyarakat dapat merupakan:
a)    Hubungan timbal balik yang menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak.
b)   Hubungan yang bersifat sukarela berdasarkan prinsip bahwa sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan(integral) dari masyarakat.
c)    Hubungan yang bersifat kontinu atau berkesinambungan antara sekolah dengan masyarakat.
d)   Hubungan keluar kampus atau “external publik relation” guna menambah simpati masyarakat terhadap sekolah.
e)    Hubungan kedalam kampus atau “internal publik relation” guna menambah keyakinan atau mempertebal pengertian para sivitas akademika tentang segala pemilikan material dan nonmaterial sekolah.[14]








Simpulan
Ruang lingkup administrasi dan manajemen pendidikan, diantaranya sebagai berikut:
a.    Administrasi Sarana dan Prasarana
Administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu terhadap benda-benda pendidikan, agar senantiasa siap-pakai (ready for use) dalam proses balajar mengajar (PBM) sehingga PBM semakin efektif dan efisien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
b.    Administrasi Keuangan
Administrasi keuangan sekolah/pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan/diusahakan secara sengaja dan sungguh-sungguh, serta pembinaan secara kontinu terhadap biaya operasional sekolah/pendidikan, sehingga kegiatan operasional pendidikan semakin efektif dan efisien, demi menbantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
c.    Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (HUSEMAS) merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu untuk mendapatkan simpati dari masyarakat pada umumnya serta dari publik pada khususnya, sehingga kegiatan operasional sekolah semakin efektif dan efesien, demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.



Daftar Pustaka
Prof. M. Daryanto. 2010.Administrasi Pendidikan. Jakarta:Rineka Cipta.
Gunawan, Drs. Ary H.2002. Administrasi Sekolah (Administrasi Pendidikan Mikro). Jakarta: Rineka Cipta.
Prof. Dr. H. Muhaimin, MA. 2010. “MANAJEMEN PENDIDIKAN” aplikasinya dalam penyusunan rencana pengembangan  sekolah/madrasah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.



[1] M. Daryanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010), hal.51
[2] Ary H. Gunawan, Administrasi Sekolah (Administrasi Pendidikaan Mikro), (Jakarta: PT. Rineka Cipta,1996), hal. 114
[3] http// imronfauzi.wordpress.com2008/06/12/administrasi-sarana-dan prasarana-pendidikan/
( 4 mei 2013).

[4] Muhaimin, Manajemen Pendidikan (Aplikasinya dalam penyusunan rencana pengembangan  sekolah/madrasah), (Jakarta: Kencana Prenada Media Group,2010), hal.267

[5] Ary Gunawan, Administrasi Sekolah ( Administrasi Pendidikan Mikro), op. Cit., hal. 116
[6] http// imronfauzi.wordpress.com2008/06/12/administrasi-sarana-dan prasarana-pendidikan/ 4 mei 2013.
[7] Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi,Pedoman Penyelenggaraan(Administrasi Pendidikan Sekolah),(Jakarta:Bumi Aksara,1991),hal.62

[8] Ary H.Gunawan,op.cit.,hal.160
[10]Ibid. H. 186-187
[11]Yusak Burhanuddin, Administrasi Pendidikan,(Bandung: Pustaka Setia, 2005) h. 91-93
[12]Ary H. Gunawan, Op-Cit. h. 188
[13]Yusak Burhanuddin, Op-Cit. h. 93-96
[14]Ary H. Gunawan, Op-Cit. h. 188-190

Tidak ada komentar:

Posting Komentar